Jebolan BLK Kupang Akan Dapat Sertifikat Keahlian

berbagi di:
img_20190823_012854

Salah satu aktivitas pelatihan di BLK NTT

 
Polce Siga
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan Balai Latihan Kerja (BLK) UPTD Latihan Kerja Dinas Kopersi dan Tenaga Kerja Provinsi NTT dalam melatih dan mendidik calon tenaga kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan melakukan uji keterampilan berbasis kompetensi kepada jebolan BLK.

Uji kompetensi ini akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di BLK Kupang, Oktober 2019. Setiap peserta yang telah mengikuti proses ini akan mendapat sertifikat keahlian.

Hal ini disampaikan Kepala UPTD Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi, RR Sulistyo Ambarsari dalam saat menutup kegiatan pelatihan yaitu jurusan Desain Grafis, Hidroponik, Tata Boga dan Pangkas Rambut di Aula Kantor BLK Kupang, kemarin.
Setidaknya ada lima jurusan yang siap untuk mengikuti ujian kompetensi. Antara lain, desain grafis, juru las, penggambaran bangunan dengan perangkat lunak, tune-up sepeda motor conventional dan menjahit pakaian standard.

“Saya mendapatkan hasil verifikasi bahwa BLK ini untuk beberapa kejuruan itu dinyatakan bisa melaksanakan ujian kompetensi. Ini yang pertama untuk BLK. Dalam waktu dekat kita akan laksanakan. Jadi tidak hanya mendapatkan sertifikat pelatihan, tetapi mendapatkan juga sertifikat kompetensikompetensi,” katanya.

Khusus jurusan desain grafis, lanjutnya, baru angkatan pertama dan juga siap mengikuti uji kompetensi. Ia berharap, semua peserta desain grafis semuanya mengikuti ujian kompetensikompetensi.

Ia menambahkan, hasil verifikasi terhadap BLK Kupang dilakukan dari Kemnaker melalui tim verifikasi dari Solo dan lembaga sertifikasi dari BLK Lombok Timur. Tim ini untuk memastikan kelayakan BLK melalui ujian kompetensi.
Seluruh peserta alumi BLK Kupang harus bisa terserap di lapangan pekerjaan atau membuka peluang usaha sendidiri. Menurutnya, alumni BLK harus mempunyai mimpi dan berani untuk mewujudkannya.

“Mimpi kita bisa terwujud asal kita mempunyai keberanian untuk mewujudkannya. Tentunya kita semua mempunyai mimpi, kita semua punya cita-cita. Saya yakin semua peserta pasca dari BLK ini, semuanya akan mempunyai peluang kerja,” tandasnya.

Terkait modal usaha bagi alumni BLK, lanjutnya, pemerintah tengah berupaya agar bisa mendapatkan kredit usaha dari Bank NTT. Pemerintah sedang menyiapkan skema agar akses modal bagi peserta BLK dipermudah. Sementara itu, Instruktur Desain Grafis BLK Kupang, Leader Ismail mengatakan sebagai tenaga pendidik di BLK Kupang ia sangat mengapresiasi pihak Kemnaker melalui tim verifikasi yang sudah melakukan verifikasi di berbagai jurusan yang ada di BLK Kupang. Menurutnya, jika pesertanya lulus sertifikasi, mereka akan mendapat sertifikat kompetensi.

“Dengan uji kompetensi peserta diakui oleh dunia industri dan bisa memberikan kemudahan untuk memasuki pasar kerja. Khusus desain grafis saya yakin mereka sudah siap mengikuti ujian kompetensi yang akan dilakukan pada Oktober 2019,” katanya.

Ia mengatakan, uji kompetensi sebenarnya untuk mengukur kemampuan dan ketrampilan lulusan BLK sesuai standar kompetensi kerja nasional. Namun, husus kelas desain grafis untuk terjun ke dunia kerja sertifikat hanyalah sebuah pengesahan atau bukti bahwa ia telah lulus dan berkompeten.

“Sebab di kelas desain grafis yang paling utama adalah hasil kerja desain atau portofolio. Desain yang dihasilkan peserta jika peserta ingin melakukan kerja ke perusahaan.

Sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi memang penting, tapi sebagai contoh di kelas saya, ada perusahaan swasta di Kupang yang sudah konfirmasi peserta desainer grafis dari BLK, dan yang perusahaan butuhkan adalah portofolio desain,” katanya. (pol/E-1)