Jefri Un Banunaek Divonis Satu Tahun

berbagi di:
img_20200331_190910

 

 

 

Kekson Salukh

Sidang kasus korupsi pembangunan Embung Mnelalete di desa Mnelalete, kecamatan Amanuban Barat, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa, (31/3) di pengadilan Negeri Tipikor Kupang memasuki tahap putusan.

Berbeda dengan sidang sebelumnya, sidang dengan agenda pembacaan putusan untuk terdakwa Jefri Un Banunaek yang dipimpin Hakim Ketua Dju Johnson Mira Mangngi, didampingi Ali Muhtarom dan Ari Prabowo dilakukan secara online.

Terpantau sidang dihadiri JPU Kejari Soe, Mourest Kolobani dan Khusnul Fuad kuasa. Turut hadir hukum terdakwa, Novan Manafe, Petrus Ufi dan Semar Dju.

Jefri mengikuti jalannya persidangan dari Rutan Kelas IIB Kupang melalui layar monitor yang disediakan pegawai Tipikor Kupang di tengah ruang persidangan.

Dalam amar putusan majelis hakim yang dibacakan ketua majelis hakim, Dju Johnson Mira Mangngi, terdakwa Jefri Un Banunaek divonis satu (1) tahun penjara dikurangi masa tahanan dan denda Rp50 juta rupiah subsider satu bulan penjara. Terdakwa juga dibebankan uang pengganti Rp509.300.

“Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti maka diganti dengan kurungan badan satu bulan penjara.” tandas hakim Dju.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara dan memperkaya diri sendiri maupun orang lain.

Menanggapi putusan majelis hakim, JPU Kejari Soe, Khusnul Fuad mengaku akan melakukan banding di pengadilan tinggi NTT.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Novan Erwin Manafe mengaku bersyukur atas putusan majelis hakim walaupun masih jauh dari harapan penasihat hukum yang meminta majelis hakim untuk membebaskan kliennya.

“Kita terima putusan majelis hakim dengan bersyukur walaupun masih jauh dari harapan kami sebagai penasihat hukum yang meminta klien kami dibebaskan. Proses selanjutnya kami melihat dari JPU, kalau banding kami juga pasti banding,” tandasnya.

Sebelumnya terdakwa Jefri Un Banunaek dituntut JPU  5 tahun penjara dan terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan badan. (bev/ol)