Jelang Musim Hujan, Masyarakat di Minta Waspada DBD

berbagi di:
img-20201019-wa0012

 

 

 

Sinta Tapobali

Menjelang musim hujan, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penderita penyakit ini kerap melonjak terutama pada awal musim hujan akibat lingkungan kotor yang tergenang air.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan NTT, Erlina Salmun kepada VN, (19/10) mengatakan jumlah kasus DBD di NTT hingga Oktober 2020 mencapai, 5.678 kasus dengan 58 meninggal dunia. Jumlah kasus ini tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT.

Menurutnya, untuk mengantisipasi potensi penyakit tersebut, Dinkes NTT memiliki program rutin, yaitu melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk di seluruh kabupaten/kota. Hal itu dilakukan dengan 3M, yaitu menutup dan menguras tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas.

Untuk mengantisipasi melonjaknya penderita penyakit DBD di awal musim hujan ini maka pemerintah khususnya Dinas Kesehatan juga akan menyelenggarakan rapat lintas sektor dan lintas program untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD.

Menurutnya, salah satu upaya yang sangat efektif dalam pengendalian penyakit DBD adalah dengan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dengan cara pemberantasan sarang nyamuk PSN dengan melakukan 3 M plus yang dilakukan oleh seluruh masyarakat di NTT.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang ada di kota maupun kabupaten untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk 3M plus, dan melakukan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik atau 1R1J. Kami juga akan mendistribusikan berbagai kebutuhan logistik DBD seperti mesin fogging, abate, dan malation ke masing-masing Kabupaten maupun kota di NTT dan pengadaan serta perencanaan logistik DBD tahun 2020 dan 2021,” jelasnya.

Ia mengatakan untuk mengatasi hal ini maka pemerintah baik itu bupati/wali kota/camat/lurah maupun kepala desa harus menggerakkan seluruh masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk setiap minggu.

“Setiap sektor di level provinsi sampai kabupaten/kota hingga masyarakat harus secara aktif mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk mencegah penyakit DBD ini. Kegiatan upaya kewaspadaan diniĀ  DBDharus dilaksanakan sedini mungkin, sehingga tidak mengganggu pada saat musim hujan atau musim penularan,” tambahnya. (bev/ol)