Jembatan darurat Mapoli putus dan butuh perbaikan segera

berbagi di:
img-20200302-wa0028

Camat Kota Raja Rudi Abubakar sedang duduk melepas lelah di atas gorong-gorong usai membantu masyarakat menyeberangi jembatan darurat Mapoli yang putus terbawa banjir pada Senin ( 2/3). Foto: Stef/VN

 

 

 

Stef Kosat

Hujan deras yang mengguyur Kota Kupang sejak Minggu malam hingga Senin (2/3) pukul 06.00 mengakibatkan jalan dan jembatan alternatif yang dibangun BPJN X yang menghubungkan kelurahan Bakunase, Air Nona, Batuplat dan Manulai 2 putus.

Jalan dan jembatan alternatif dibangun karena jembatan Mapoli sedang dalam perbaikan. Akibatnya, masyarakat dari empat kelurahan yang terganggu akibat putusnya jembatan itu bisa mencari jalur lain yakni Biknoi, Naikolan, jalur 40 untuk sampai ke rumahnya.

Pantauan VN pada S (2/3), jembatan darurat ini dibangun menggunakan gorong-gorong yang tingginya tidak mencapai 2 meter sehingga mudah tersumbat oleh sampah maupun batang kayu yang dibawa banjir. Karena banjir yang  terjadi usai hujan cukup besar tanah serta gorong-gorong bergeser tidak beraturan sehingga jembatan itu putus.

Arus lalu lintas dari dan ke Bakunase akhirnya tidak bisa melalui jembatan ini. Masyarakat harus melewati jalur alternatif seperti melalui jalur Labat-Jembatan Biknoi-Naikoten 1, kemudian jika dari Naikoten 2 melewati Jembatan Biknoi- Bakunase ke Batuplat dan wilayah sekitarnya.

Demi mempermudah akses para peserta didik di SMP N 4 Kupang maupun STM Karya, serta masyarakat umum, maka beberapa warga membuat jembatan darurat dari balok kayu untuk bisa lewat.

Peserta didik maupun masyarakat yang melewati jembatan balok kayu itu dibantu petugas dari Kecamatan Kota Raja, kepolisian dan Satpol PP serta Tagana dari Dinsos NTT. Ada juga peserta didik yang dipikul oleh warga karena takut dengan banjir.

Sementar Camat Kota Raja, Rudi Abubakar ditemani Lurah Air Nona Milton R. Thome, Lurah Naikoten Budi Izak langsung terjun ke lokasi dan ikut membantu menyebrangkan masyarakat ke jalan.

Rudi mengaku sudah berkoordinasi dengan BPJN X Kupang yakni PPK dan kontraktor supaya segera ada solusi. Sehingga disepakati bahwa setelah banjir surut maka jembatan darurat Mapoli langsung diperbaiki.

Menurutnya, gorong-gorong yang ada ini hanya berdiameter 1 meter sehingga tidak mampu menyalurkan banjir secara maksimal. Lebih parah lagi gorong-gorong tersumbat oleh sampah dan batang pohon yang terbawa air. BPJN X dan kontraktor akan mengganti gorong-gorong yang tingginya 2 meter dan akan dipasang 4 buah di tengah kali Mapoli supaya air dan sampah tidak terhambat lagi saat hujan nanti tegas.

“Jalur ini merupakan komunikasi saya dengan bapak Walikota Kupang agar ada jalur ini sehingga memudahkan warga. Saat jalur alternatif ini dibuat telah ada sosialisasi agar jalan yang lewat hanya motor, mobil roda 4. Tetapi kebanyakan sopir tangki juga lewat sini makanya gorong-gorong yang ada rusak dan tergeser,” tandas Rudi.

Rudi juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk membantu mengatur arus lalu lintas melalui jalur alternatif sehingga mengurangi kemacetan.

Sementara warga Ernest Ndaparoka menghimbau sopir tangki supaya
tidak melewati jalan dan jembatan alternatif tersebut setelah diperbaiki supaya tidak terjadi lagi kerusakan seperti hari ini.

Ernest juga menghimbau masyarakat supaya tidak membuang sampah sesuka hati di kali Mapoli.

“Benar bahwa ini adalah alam tetapi mari kita tertib membuang sampah dengan pengolahan yang benar sehingga kejadian seperti ini tidak perlu terulang,” tegas Ernest.(bev/ol)