Jembatan Petuk Jadi Tempat Buangan Bangkai Babi

berbagi di:
img-20200224-wa0011

Tampak bangkai babi yang dibuang sembarangan di ujung Jembatan Petuk. Foto: Kekson/VN

 

 

Kekson Salukh

Dua ekor bangkai babi dibuang oknum tidak bertanggungjawab di ujung jembatan Petuk. Bangkai babi itu diduga mati akibat virus African Swine Fever (ASF).

Pantauan VN, dua ekor bangkai babi itu sudah membusuk, berulat dan menggeluarkan bau tidak sedap. Berat tubuh dua ekor bangkai babi itu diperkirakan mencapai 70 -80 kilogram.

Sejumlah pengendara yang melintas terganggu dengan aroma yang tidak sedap itu.

Salah satu pengendara yang berhenti dan memotret dua bangkai babi itu meminta pemerintah Kota Kupang melalui dinas teknis segera mengevakuasi bangkai babi itu.

“Pemerintah Kota Kupang melalui dinas teknis seperti dinas peternakan maupun kebersihan tolong evakuasi supaya jangan menyebar virusnya,” ujarnya sambil memotret.

Kepala UPT Peternakan Provinsi NTT, Bambang Permana kepada VN meminta masyarakat NTT khususnya masyarakat di daratan Pulau Timor yang ternaknya terindikasi korban dugaan ASF untuk tidak membuang di sembarang tempat, tetapi dikuburkan.

“Kita belum tahu persis yah ini apakah virus ASF atau bukan karena sampelnya baru kita antar ke Balai Besar Veteriner Medan untuk di uji di laboratorium agar mengetahui persis jenis virus ini. Tetapi untuk saat ini sudah ada indikasi ke virus itu.” tandasnya.

Menurut Bambang, dugaan virus ASF itu menular dari babi ke babi melalui udara, air dan transaksi jual beli ternak babi antar kabupaten/kota.

“Masyarakat jangan buang bangkainya tetapi harus kuburkan saja. Karena virusnya beredar cepat melalui udara, air dan lalulintas perdagangan antar kabupaten/kota,” tambahnya. (bev/ol)