Jenazah Simpai Nabas Disambut Airmata di Sumba

berbagi di:
Para pelatih senior mengarak jenazah ke rumah duka, Kamis, (9/8).

Frangky Johannes

 

 

 

 

BandarĀ Udara (Bandara) Umbu Mehang Kunda (UMK), Jumat (11/8) siang, menjadi saksi bisu isak tangis ratusan kenshi se-daratan Sumba, warga Sumba Timur, dan pihak keluarga saat peti jenazah pendiri, pelatih, dan Bapak Kempo NTT Barnabas nDjurumana (Simpai Nabas) diturunkan dari pesawat Trigana Air milik maskapai penerbangan TransNusa Airlines.

 
Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 13.45 Wita. Saat peti jenazah yang dibalut bendera merah putih mulai terlihat dari kejauahan, sejumlah insan kempo, warga, dan keluarga dekat almarhum, mulai meneteskan airmata.

 
Jenazah Simpai Nabas setelah diserahkan petugas cargo Bandara UMK, langsung diusung delapan orang kenshi menuju mobil ambulance. Para sanak famili, warga, penumpang, dan para kenshi meneteskan airmata sepanjang jalan yang dilalui peti jenazah.

 
Jenazah Simpai Nabas, istri dan anak-anak, didampingi langsung Wagub NTT Benny A Litelnoni, Ketua Pengprov Perkemi NTT Esthon Foenay, Ketua Harian KONI NTT Andre Koreh, Karo Humas Setda NTT Samuel Pakereng, Sinsei George Hadjo dan Sinsei Alfons Theodorus, sejumlah pengurus Pengprov Perkemi NTT.

 
Tampak hadir menjemput, Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, sejumlah anggota DPRD Sumba Timur, pejabat TNI dan Polri, dan para pimpinan OPD Sumba Timur, serta masyarakat.

 
Tepat pukul 14.10 Wita, peti jenazah Simpai Nabas diarak keluar dari Bandara UMK menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Desa Laihawu, Kecamatan Lewa Tidahu, dengan pengawalan anggota Satlantas Polres Sumba Timur.

 

 

Prosesi Ala Kempo
Prosesi penjemputan Simpai Nabas di Sumba Timur dilakukan sesuai cara Shorinji Kempo. Ratusan kenshi membuat pagar betis di sepanjang jalan yang dilalui peti jenazah. Mereka yang umumnya adalah kenshi muda (anak-anak), serentak memberikan penghormatan.

 
Bahkan sekitar pukul 10.30 Wita, ratusan kensi yang berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur telah memadati areal Bandara UMK untuk menerima jenazah sang guru kempo legendaris itu.

 
Koordinator Wilayah Shorinji Kempo Se-daratan Sumba Dominggus Bulla, mengatakan sebagai penghormatan terakhir kepada Simpai Nabas selaku Bapak Kempo NTT, seluruh insan Shorinji Kempo menerima dan mengantar jenazah Simpai Nabas sampai di kampung halamannya di Desa Laihawu, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur.

 
Ketua Pengcab Perkemi Kabupaten Sumba Timur Melkianus Kameo didampingi Ketua Pengcab Perkemi Sumba Tengah Sefron UT Marisi mengatakan, seluruh kenshi pada sejumlah dojo se-daratan Sumba, walau tidak secara langsung mendapat binaan dari Simpai Nabas, tetapi melalui para simpai mereka, kisah kedisiplinan yang diterapkan Simpai Nabas membuat para kenshi muda se-daratan Sumba antusias ingin menjemput jenazah putra Sumba yang telah membaktikan dirinya bagi kemajuan kempo di NTT. (enq/H-2)