Jenazah Tabita Gah Telah Diautopsi

berbagi di:
Ilustrasi buhuh diri
Mutiara Malahere
Tim kedokteran forensik bersama penyidik Reskrim Polsek Oebobo Polres Kupang Kot, Nusa Tenggara Timur telah melakukan autopsi terhadap jenazah Tabita Gah (32), seorang ibu muda yang ditemukan gantung diri saat sedang mengandung 8 bulan.
Proses autopsi tersebut berlangsung Minggu (7/8) di RSB Titus Uly Kupang. Keluarga korban ikut hadir dalam proses autopsi yang berlangsung selama lima jam.
Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota AKP Fajar Virgantara yang dikonfirmasi VN, Senin (7/8) mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi tersebut.
“Tim dokter forensik bersama penyidik telah melakukan otopsi terhadap tubuh korban, berdasarkan permintaan dari pihak keluarga korban yang menilai ada keganjalan terhadap kematian korban,” jelas Virgantara.
Dalam autopsi tersebut, lanjut Virgantara, petugas mengambil sampel organ tubuh korban untuk menjaga kemungkinan adanya racun dalam tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar, lanjut Virgantara, pada tubuh korban tidak terdapat tanda kekerasan fisik apapun, namun pihaknya mengantisipasi jika ada dugaan racun pada tubuh korban, serta menjawab rasa kejanggalan dari pihak keluarga korban.
“Kami masih menunggu hasil otopsi korban yang telah dikirim pada Laboratorium Forensik Jakarta, yang diperkirakan pada dua pekan,” ungkap Virgantara.
Sementara itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi diantaranya suami korban Maksen Plaikol, dua orang tetangga serta anak pemilik kos yang ditempati korban bersama suami dan anak-anaknya.
“Kami telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi tersebut, dan mengatakan bahwa korban dan suaminya selalu bertengkar karena suaminya suka mabuk-mabukan,” tambah Virgantara.
Sementara pengakuan suami korban Maksen, malam itu dia dan korban bertengkar karena dirinya mabuk usai pulang dari bar di Karang Dempel Tenau. Korban marah dan keduanya terlibat pertengkaran mulut.
“Pengakuan suami korban bahwa keduanya bertengkar namun tidak ada tindakan penganiayaan apapun terhadap korban, dan korban yang kesal akhirnya pergi dari dalam kamar dengan membawa sehelai kain panjang dan tidak ada kabarnya hingga pagi hari dan tetangga menemukannya dalam keadaan sudah tergantung,” jelas Virgantara.
Pihaknya masih terus melakukan pendalaman penyelidikan terhadap kasus ini dan berharap agar kasus ini segera terungkap.
Tabita Gah (32) wanita yang tengah hamil 8 bulan harus mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis dan mengenaskan.
Tabita Gah yang akrab disapa Ita telah menikah bersama Mekson Sing Plaikol (34) dan memiliki tiga orang anak bernama Ari yang telah berusia 9 tahun, anak kedua Justin berusia 3,5 tahun, serta anak ketiga Age yang masih berusia 2 tahun.
Korban sehari-hari bekerja sebagai seorang pengrajin tenun ikat.