Jokowi Minta Target Perdagangan Indonesia-Eurosia Capai Rp 66,5 T

berbagi di:
presiden-jokowi

 

 

 

Pemerintah tengah serius membahas kerja sama perdagangan dengan negara-negara di kawasan Eurosia atau Eurasia Economic Union (EEU). Ada 4 negara yang tergabung dalam EEU yaitu Rusia, Belarusia, Armenia, dan Kirgistan.
Dalam kunjungan kerja ke Rusia Minggu lalu (3-5 Agustus 2017), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melihat EEU memiliki potensi yang cukup besar. Pihaknya tengah menyusun perjanjian kemitraan bisnis atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dengan EEU.
“Kita menyepakati untuk menyusun CEPA antara Eurasia dengan Indonesia. Presiden (Joko Widodo) sudah menentukan target kita untuk mencapai nilai perdagangan 5 miliar dolar AS (Rp 66,5 triliun/kurs Rp 13.300) untuk waktu yang sesingkat-singkatnya,” ungkap Enggar di Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (10/8).
Adapun untuk mencapai target 5 miliar dolar AS, lanjut Enggar, butuh kerja keras. Paling tidak, pada tahun 2018 nilai perdagangan bisa mencapai 3 miliar dolar AS. Sehingga 2019-2020 bisa mencapai target tersebut.
Salah satu strategi Kemendag untuk memenuhi target tersebut adalah meningkatkan perdagangan dengan Rusia yang merupakan gerbang utama ekspor produk makanan minuman (mamin) halal ke Eurasia. Potensi mamin halal memang sangat besar di Rusia. Hal ini terlihat dari jumlah penduduk Rusia saat ini mencapai 143,5 juta jiwa, 9,4 juta di antaranya beragama Islam.
Selain membuat sejumlah perjanjian, Indonesia juga memanfaatkan endorsement dari pemerintah kedua belah pihak.
“Hubungan kita dengan Rusia kan sudah 50-60 tahun, kita sampaikan kita kan sudah ada perdagangan, saya percaya anda, dulu kita juga sudah ambil Sukhoi, kenapa tidak imbal balik, kita juga perlu Anda. A friend in need is a friend indeed,” paparnya.
Rusia adalah mitra dagang Indonesia ke 23. Nilai total perdagangan Indonesia-Rusia tahun 2016 tercatat 2,11 miliar dolar AS, dan Indonesia mendapat surplus 410,9 juta dolar AS yang seluruhnya berasal dari surplus sektor nonmigas. Ekspor nonmigas Indonesia tercatat 1,26 miliar dolar AS, sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Rusia tercatat 850,6 juta dolar AS. Adapun perkembangan ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia tahun 2012-2016 tercatat positif 8,5 persen.