Jonas Mengaku Tidak Melakukan Korupsi

berbagi di:
img-20210223-wa0029

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean membacakan pembelaan saat sidang lanjutan, Senin (22/2). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

Yapi Manuleus

Jonas Salean bersumpah tidak melakukan tindak pidana korupsi dan meminta yang mulia majelis hakim untuk memutuskan kasusnya tersebut dengan seadil-adilnya.

Hal tersebut terkuak dalam sidang lanjutan Nota Pembelaan dari terdakwa Jonas Salean terhadap tuntutan JPU di Pengadilan Tipikor Kupang pada Senin (22/2) kemarin.

Terdakwa Jonas Salean saat ikut membacakan Nota Pembelaannya yang disiapkan secara pribadi dalam persidangan tersebut sangat berharap majelis hakim bisa melihat jasa-jasanya dalam membagun Kota Kupang selama ini.

Dengan tangan gemetar memegang secarik kertas dan dengan nada penuh harap itu, Jonas mengaku merupakan salah seorang pelaku sejarah terbentuknya Kota Administratif Kupang menjadi Kota Kupang pada 25 April 1996.

Ia mengatakan hidup dan dharma baktinya hanya bagi warga Kota Kupang di sepanjang kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemudian dipercayakan oleh warga Kota Kupang sebagai Wali Kota Kupang periode 2012-2017. Lalu masih dipercaya oleh rakyat Kota Kupang untuk mewakili kepentingan masyarakat Kota Kupang untuk duduk sebagai anggota DPRD Provinsi NTT saat ini.

Jonas Salean tertunduk saat kuasa hukum membacakan pembelaan. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Jonas Salean tertunduk saat kuasa hukum membacakan pembelaan. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Menurutnya, semua bentuk kepercayaan masyarakat Kota Kupang itu selalu dipegang teguh.

“Atas nama rakyat dan atas nama keluarga. Kami memohon yang mulia majelis hakim dapat mempertimbangkan fakta yuridis di persidangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya,” kata Jonas.

Ia bersumpah tidak melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dituduhkan JPU kepadanya.

“Di hadapan majelis hakim ini saya bersumpah saya tidak pernah melakukan korupsi terhadap pembagian tanah Kkapling yang statusnya tanah negara yang dikuasai oleh pemerintah Kota Kupang dan bukan merupakan aset Kota Kupang,” ujarnya.

Dia meminta majelis hakim untuk melepaskannya dari segala tuntutan hukum serta mengembalikan harkat dan martabatnya seperti keadaan sebelumnya.

“Izinkan saya mengutip ayat Alkitab untuk direnungkan dan dihayati. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung sepeti air dan kebenaran seperti sungai yang terus mengalir (Kitab Amos 5:24). Dan (Ulangan 32:4) Puji dan Syukur senantiaskan saya panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas pimpinan Rohnya yang Kudus yang telah berikan kekuatan serta menolong saya untuk dapat mengikuti persidangan yang bermartabat ini. Yang meski amat berat buat saya, tapi atas pertolongannya saya bisa kuat,” ujar Jonas.

Jonas menyesalkan tuntutan JPU terhadap dirinya sebesar 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar itu hanya berlandaskan foto kopi HP5 tanpa ada aslinya.

Sebelumnya, JPU menuntut Jonas dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 750 juta dengan alasan erugian negara sebesar Rp 66 miliar lebih atas penunjukan SK pembagian tanah. (bev/ol)