Juara Kelas Pemula Pacuan Kuda Dapat Rp 10 Juta

berbagi di:
img-20191011-wa0044

Peserta kuda pacu untuk kelas pemula mini saat akan melintasi garis finish, Rabu (9/10). Foto: Jumal Hauteas/VN

 

 

Jumal Hauteas

Hadiah uang pembinaan untuk kelas pemula mini, kelas pemula satu, dan kelas pemula dua dalam kegiatan lomba pacuan kuda (palapang njara) yang memperebutkan piala Bupati Sumba Timur tahun 2019 dinaikkan menjadi Rp 10 juta untuk juara pertama, tujuh juta rupiah untuk juara kedua, enam juta rupiah untuk juara ketiga, dan lima juta rupiah untuk juara keempat. Peningkatan besaran uang pembinaan ini dilakukan Pordasi Sumba Timur, sebagai respon atas pemintaan Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora pada saat pembukaan, Rabu (9/10).

Ketua Pordasi Sumba Timur, Felix Wongkar menyampaikan hal ini kepada VN saat ditemui di lapangan Rihi Eti Prailiu, Jumat (11/10). Dijelaskannya jumlah kuda yang bersaing untuk memperebutkan posisi terbaik untuk ketiga kelas ini mencapai lebih dari 100 ekor kuda setiap kelasnya, sehingga nilai uang pembinaan dinaikkan, sesuai dengan permintaan Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora pada acara pembukaan, Rabu (9/10) lalu.

Sementara untuk kelas lainnya uang pembinaannya tetap. Juara pertama, kedua, ketiga dan keempat secara berturut-turut mendapatkan uang pembinaan sebesar tujuh juta rupiah, enam juta rupiah, lima juta rupiah, dan empat juta rupiah.

“Jadi memang untuk kelas pemula, mini, pemula satu dan pemula dua, kita naikkan sesuai dengan pemintaan bapak bupati, karena kuda peserta di tiga kelas itu masing-masing lebih dari 100 ekor kuda,” jelasnya.

Mengenai lomba pacuan kuda yang sudah diselenggarakan hingga hari ketiga, Felix menuturkan sejak hari pertama hingga hari ketiga baru akan menyelesaikan lima enam yakni kelas pemula mini, pemula satu, pemula tiga, pemula dua, kelas E dan kelas D. “Hari pertama itu kita selesaikan kelas pemula mini, dan sebagian kelas pemula satu. Kemudian hari kedua lanjutan pemula satu dan pemula tiga. Hari ini (Jumat, 11/10) kita lanjutkan dengan kelas pemula dua, E dan D,” urainya.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan lomba pacuan kuda tahun 2019, Rabu (9/10) mengharapkan agar ada pembeda besaran nilai uang pembinaan untuk tiga kelas yang memiliki peserta kuda lebih dari 100 ekor. Karena menurutnya ketiga kelas ini akan berpacu berulang kali dan harus mampu terus berada di depan, agar bisa melaju hingga babak final dan berhak mendapatkan hadiah.

“Saya minta kepada Pak Kadis Pariwisata, dan Pordasi agar bisa naikkan uang pembinaan untuk kelas pemula mini, pemula satu dan pemula dua. Karena pesertanya ada yang hampir 200 ekor. Itu artinya pasti harus lari berulang-ulang baru masuk final. Jadi harus ada pembeda dengan kelas yang lain yang diikuti jumlah kuda lebih sedikit,” tegasnya.

Sementara, data yang diperoleh VN dari panitia pelaksana pacuan kuda tahun 2019, merindukan jumlah kuda yang ikut dalam perlombaan kali ini sebanyak 701 ekor yang bertanding di 15 kelas yakni kelas pemula mini dengan 191 ekor, pemula satu 112 ekor, pemula dua 106 ekor, pemula tiga 60 ekor, kelas pemula super 12 ekor, kelas A 23 ekor, kelas AA dan A super masing-masing enam ekor, kelas B 34 ekor, kelas C 33 ekor, kelas D 26 ekor, kelas D mini 11 ekor, kelas E 33 ekor, kelas EE 38 ekor, san kelas E super 10 ekor.

Lomba pacuan kuda kali ini akan berlangsung selama 10 hari yakni terhitung sejak tanggal (9/10) dan baru akan berakhir pada tanggal (19/10) mendatang. Dimana khusus untuk hari Minggu (13/10) tidak dilaksanakan pertandingan.(mg-02)