Julie Laiskodat Dikukuhkan jadi Bunda PAUD NTT

berbagi di:
img-20200807-wa0045_crop_91

 

Bunda PAUD NTT Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan sambutan usai pengukuhan sebagai Bunda PAUD NTT, di aula Rujan Gubernur NTT, Jumat (7/8). Foto: dok.humassetda NTT.

 

 

JULIE Sutrisno Laiskodat dikukuhkan menjadi Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) NTT. Acara pengukuhan dilaksanakan di aula Rujab Gubernur NTT, Jumat (7/8).

 

Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat berdasarkan SK Gubernur NTT Nomor 239/KEP/HK/2020.

 

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS), Wakil Ketua PKK NTT, Ibu Maria Fransiska Jogo, Kepala Balai PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) NTT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Maria B Advensia Salem, Kadis Kesehatan NTT Messerasi Ataupah, perwakilan organisasi perempuan, para mitra PAUD dan undangan lainnya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK/Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTT mengikuti acara pengukuhan ini secara virtual.

 

Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, selama dua tahun PKK NTT telah menjalankan tugas untuk mengembangkan PAUD. Mengambil bagian dalam semangat membangun NTT dengan fokus pada pengembangan sumberdaya manusia.

 

“Kami, para perempuan dan wanita seluruh NTT ingin membantu pa Gub dan Wagub dalam pengembangan sumberdaya manusia. Kita memiliki sekitar 3.236 desa di seluruh NTT, kami sadar belum mampu menjangkau semua. Karenanya kami sepakat memilih 22 desa model PKK selama dua tahun ini. Kami fokus di desa-desa ini. Dan di desa-desa ini, kami punya PAUD model,” kata Juli Sutrisno Laiskodat dikutip dari siaran pers yang dibagikam Humas Setda Provinsi NTT.

 

Dikatakan anggota Komisi IV DPR RI itu, cita-citanya sebagai koordinator para Bunda PAUD di NTT adalah mendorong semakin banyaknya PAUD di NTT terakreditasi. Karena menurut data dari UNICEF, di NTT banyak PAUD yang liar dan tidak terakreditasi.

 

“Para orang tua umumnya berpikir PAUD hanya sebagai tempat penitipan anak. Padahal pendidikan harusnya dimulai dari masa ini. Di desa model, kami mengedukasi para orang tua tentang peranan penting PAUD sebagai tempat dimulainya dasar pembentukan sumberdaya manusia,” jelas ketua Dekranasda tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, Julie Sutrisno mengharapkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTT untuk peningkatan sarana, prasarana dan alat-alat permainan. Fokus kerja ke depan adalah juga meningkatkan kompentensi dan sertifikasi guru-guru PAUD.

 

“Para Guru PAUD ini sebagian besar tidak digaji dan dibayar. Hanya karena mereka punya hati untuk mengajar dan berbagi. Karenanya kami meminta Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar memberikan masukan buat para Kepala Desa untuk memanfaatkan Dana Desa bagi pengembangan PAUD. Juga untuk memberikan insentif kepada para guru PAUD,” pungkas Julie Sutrisno. (*/Yan/ol)