Julie Laiskodat Ingin Sikka Jadi Kabupaten Ikan

berbagi di:
foto-hal-03-jsl-sikka

 

Anggota Komisi IV DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat (kiri) sementara berbincang bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Sikka Ny. Maria Cahyani (tengah) dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo (kanan), di kediaman Bupati Sikka, Minggu (15/3) siang.

 

 
Yunus Atabara

Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat ingin Kabupaten Sikka menjadi kabupaten ikan. Pemerintah Kabupaten Sikka diharapkan bisa menyiapkan grand desain untuk diperjuangkan ke Pemerintah Pusat.

Hal itu terungkap kunjungan kerja perdana Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, yang membidangi Pertanian, Peternakan, Kelautan, Perikanan, dan Bulog, di Kabupaten Sikka, Minggu (15/3).

Dalam kunjungan di kediaman pribadi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, JUlie dijamu makanan laut seprti sashimi,ikan kuah asam, dan rumpu-rampe.

Julie mengaku kaget ketika disuguhkan makanan sashimi yang sangat terkenal di Jepang dan ditemukan di restoran mahal.

“Saya benar-benar kaget, saya tidak membayangkan bahwa sashimi yang barusan saya makan itu, di produksi di Maumere. Ini bukti bahwa laut kita sangat berpotensi sebagai salah satu sumber ekonomi masyarakat,” kata Julie .

Menurut Julie, ikan salmon pada sashimi mengandung asam lemak omega-3 yang membantu mengurangi kolesterol, dalam mempertahankan kelenturan pembuluh darah, dan menguatkan otot jantung.

Selain itu, mangandung protein yang tinggi pada ikan tuna tentu yang baik untuk pembentukkan otot. Oleh sebab itu, banyak olahragawan yang gemar makan sashimi. Ikan Salmon mengandung omega-3 yang tinggi dan bagus untuk kecerdasan anak usia anak 1 hingga 5 tahun.

Kandungan omega-3 juga mampu mengurangi rasa tertekan saat depresi. Untuk para wanita dapat memperbaiki tekstur kulit, serta membantu menjaga kesehatan mata.

“Saya sudah bicarakan dengan Pak Bupati, saya sudah dilantik dan sekarang saya siap diperintah, kita buat apa dengan perikanan di Sikka. Saya minta pak Bupati segera buat grand desainnya dan serahkan ke saya,” kata Julie.

Menurut Julie, NTT memiliki laut yang luasnya mencapai 200.000 km2 atau kurang lebih empat kali luas daratan yang hanya mencapai sekitar 47.000 Km2. Potensi sumber daya perikanan dan kelautan ini dipandang sebagai suatu kekuatan ekonomi sehingga menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah lima tahun mendatang.

Hal itu lanjut Julie, selaras dengan kebijakan pemerintahan pusat yang tengah gencar dalam mengembangkan tol laut bagi percepatan pembangunan ekonomi dan menjadikan sebagai poros maritim dunia.

“Saya ingin Sikka jadi Kabupaten ikan di NTT. Saya tinggal tunggu grand desainnya dan saya akan perjuangkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Paul Bangkur kepada VN menjelaskan grand desain perikanan di Sikka sedang dibuat dan hampir rampung.

“Kita sementara merampungkan grand desain perikanan di Sikka. Kita bertekad menjadikan Sikka Kabupaten Ikan,” kata Bupati Sikka.

Julie Sutrisno-Laiskodat juga berkesempatan menanam anakan kelor secara simbolis di Rumah Jabatan Bupati Sikka, di Jalan El Tari Maumere.

Di sela-sela penanaman secara simbolis tanaman kelor, Julie, mengapresiasi langkah Bupati Sikka yang sudah memberikan contoh kepada masyarakat Sikka tentang pentingnya tanaman kelor. Di mana tanaman kelor memiliki banyak manfaat.

“Saya sebagai istri Gubernur NTT mengajak kita semua menanam dan mengonsumsi kelor. Kelor bisa mencegah stunting karena memiliki nutrisi yang dibutuhkan tubuh kita,” kata Julie.

Menurut Julie, kelor di NTT merupakan kelor terbaik di dunia karena jauh lebih banyak mengandung protein yang bermanfaat untuk tubuh manusia dibandingkan dengan kelor yang ada di negara lain.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan bahwa penanaman kelor di Rujab Bupati Sikka bekerja sama dengan Kelompok Tani Mujizat Ilahi. Hal itu sebagai contoh yang patut ditiru oleh masyarakat di Sikka agar bisa menanam kelor.

“Saya sengaja memanfaatkan lahan di Rujab ini untuk tanam kelor. Biar bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.

Bupati Sikka berjanji dalam tahun anggaran berikutnya akan menganggarkan dana untuk penanaman kelor dan mewajibkan kepada seluruh masyarakat menanam kelor di lahannya masing-masing.

Kendati demikian kepada kelompok tani kelor yang ada di Sikka salah satunya Kelompok Tani Mujizat Ilahi, selalu mendapat dukungan pemerintah termasuk bantuan traktor untuk 21 hektare penanaman kelor di Nua Nio, Kolesia, Kecamatan Magepanda.

Ketua Kelompok Tani Mujizat Ilahi, Marsel Ishak mengatakan, sudah sekitar 3 hektare tanaman kelor siap panen. Kendati demikian hasilnya belum maksimal karena berbagai faktor. Selain itu, sedang digalakkan penanaman 21 hektare di Kolesia, Kecamatan Magepanda.

“Untuk memperkenalkan kelor kepada masyarakat musim hujan tahun ini kami sudah tanam 5 ribu pohon di sepanjang jalan dalam Kota Maumere. Di pembatas jalan pun kami tanam. Ini merangsang masyarakat agar tanam kelor,” katanya. (nus/R-4)