Jumlah Koperasi di NTT Mencapai 4.185

berbagi di:
ilustrasi koperasi

 

 

Putra Bali Mula

Jumlah koperasi di Nusa Tenggara Timur per Agustus 2019 mencapai 4.185 koperasi dengan jumlah peningkatan sebesar 39 unit sejak awal tahun.

Kepala Bidang Koperasi, Ahmad Abas Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) Provinsi NTT kepada VN, Rabu (13/11) menyebutkan jumlah koperasi per Desember 2018 mencapai 4.146 koperasi.  Kenaikan tampak di Agustus 2019 mencapai 4.185 koperasi.

Tahun 2018,  dari 4.146 koperasi, 511 merupakan  koperasi tidak aktif dan 3.635 koperasi aktif. Sementara per Agustus 2019 dari 4.185 koperasi terdapat 3.709 koperasi yang aktif dan 476 koperasi tidak aktif.

Ia menerangkan, kontribusi penambahan jumlah koperasi aktif pada tahun 2019 adalah dari aktifnya kembali koperasi yang sebelumnya tidak aktif di tahun 2018.

“Bisa kita lihat dari 511 yang tidak aktif itu langsung turun jadi 476, jadi ada 35 koperasi yang aktif kembali,” kata dia.

Menurutnya, Diskopnakertrans NTT berupaya agar koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut dapat kembali aktif dengan berbagai revitalisasi. Hal ini dilakukan untuk mengejar target RPJMD 2019 yang mencapai 91,30 persen.

“Karena sampai Desember ini target RPJMD kita 91,30 persen sementara sekarang kita ada di posisi 89 persen per Agustus tahun ini,” lanjutnya.

Sementara saat ini terdapat koperasi baru yang sedang mengurus persyaratan di notaris. Abas menyebutkan Diskopnakertrans NTT mengejar sebanyak 50 koperasi baru selama 2019 ini. Saat ini sudah ada penambahan 42 koperasi baru.

“Kita punya program untuk penambahan 50 koperasi baru di tahun 2019 dan sampai saat ini sudah terealisasi itu 42 koperasi, jadi tinggal delapan lagi. Kita harapkan koperasi baru ini berjalan baik,” ungkapnya.

Penambahan koperasi baru ini paling dominan dibentuk di beberapa kabupaten seperti Ngada, Alor, Flores Timur, dan TTU (Timur Tengah Utara).

Untuk predikat koperasi nasional sendiri saat ini masih dipegang oleh tiga koperasi peringkat primer yaitu KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Pintu Air, KSP TLM, KSP Kopdit Swastisari.

Ia mengimbau koperasi di NTT setiap tahunnya rutin melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) sebagai tolak ukur keaktifan dan kesehatan koperasi.

Ia menmabahkan ada lima jenis koperasi yaitu koperasi simpan-pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pemasaran, dan koperasi jasa. Untuk NTT, sebut Abas, dari 4.185 koperasi yang ada trendnya adalah KSP atau koperasi simpan pinjam. (bev/ol)