Jumlah ODP di Belu Capai 24 Orang

berbagi di:
img-20200331-wa0056

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Hingga Selasa (31/3) pada Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Nusa Teusa terc Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 24 orang, sedangkan pelaku perjalanan beresiko (PPB) berjumlah 353 orang dan  data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Positif Covid-19 masih nihil.

Demikian diungkapkan Bupati Belu Willybrodus Lay besama Dandim 1605/Belu Letkol Inf. Ary Dwi Nugroho, Kapolres Belu AKBP Cliffry S. Lapian, Kajari Belu, Alfons Loemau, Plt. Sekda Marsel Mau Meta, dan Kadis Kesehatan dr. Joice Manek kepada awak media di Atambua, Selasa (31/3).

Bupati Lay mengatakan terkait persiapan penanganan covid-19, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antara lain melakukan pendataan ketersediaan tenaga medis, dokter dan perawat pada semua puskesmas terlebih RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua yang telah ditetapkan menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan covid-19.

“Di Belu terdapat 17 puskesmas yang memiliki tenaga dokter serta pada RSUD Atambua telah mempersiapkan ruangan khusus isolasi yang khusus penanganan pasien Covid-19 dan letaknya berada di bagian belakang gedung rumah sakit sehingga jauh dari akses aktivitas pasien, keluarga dan pengunjung serta masyarakat umum,” jelas Bupati Lay.

Terkait ketersediaan jumlah tempat tidur pada ruangan isolasi, lanjut Bupati Lay, tercatat ada 31 tempat tidur dengan rincian 11 tempat tidur di ruangan khusus isolasi RSUD Atambua serta 20 unit tempat tidur pada ruangan isolasi pada Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP Haliwen.

Selain ruangan isolasi, pihaknya juga telah mempersiapkan alat pelindung diri yang tersedia saat ini pada Dinkes Belu sebanyak 12 unit dan masker sebanyak 40 kotak atau 900 buah. Sementara, 200 set APD dari Pemprov NTT sedang dikirim

Terkait kebutuhan ventilator pada ruangan khusus isolasi sebanyak 6 unit, ia mengaku saat ini masih dalam proses pengadaan sementara kebutuhan oksigen di RSUD Atambua masih mencukupi.

Kebutuh logistik beras di gudang bulog masih cukup untuk 6 bulan ke depan.

Ia meminta semua masyarakat Belu berperan aktif mewaspadai dan memerangi Covid-19 dan bekerjasama dengan pemerintah mulai dari RT, RW, kepala desa, lurah, camat, bupati dan jajaran OPD, TNI, Polri agar melaporkan setiap aktivitas pendatang yang baru pulang dari daerah pendemi/terjangkit Covid-19.

“Semua warga harus berperan aktif dan jangan takut untuk melaporkan setiap kehadiran orang baru di lingkungan tempat tinggalnya agar terpantau dan jangan pernah takut melaporkan kepada petugas call center Posko Percepatan Penanganan Covid-19 yang siap melayani selama 24 jam,” pinta Bupati Lay.

Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty  mengatakan progres penyelesaian ruangan isolasi sudah hampir selesai, dalam beberapa hari kedepan sudah siap digunakan.

Menurutnya, saat ini ada 3 dokter spesialis penyakit dalam serta sejumlah dokter umum, namun pihaknya meminta dukungan pemerintah untuk menambah jumlah dokter dan perawat khusus penanganan Covid-19.

“Sementara ini jumlah dokter pada RSUD Atambua cukup dan jika kebutuhan mendesak maka kami akan meminta bantuan dari dokter yang bertugas di Puskesmas untuk membantu penanganan covid-19, namun apabila kebutuhannya cukup tinggi, maka kami meminta kepada Pemerintah NTT untuk dukungan tiga orang dokter umum dan 10 orang perawat khusus menangani pasien CCvid-19,” ujar dr. Elena. (bev/ol)