Kabar Gembira, Gaji Guru 11 Kabupaten di NTT segera Ditransfer

berbagi di:
img-20210220-wa0035

 

Linus Lusi
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT

 

 

 

Kekson Salukh

 

 

KABAR gembira bagi para guru di 11 (sebelas) Kabupaten, provinsi NTT yang belum menerima gaji  bulan Februari akan segera ditransfer pemerintah pada Senin, (22/2).

Kabar ini dibenarkan Kepala Badan (Kaban) Keuangan Daerah Provinsi NTT Zakarias Moruk yang dikonfirmasi VN melalui telepon selulernya, Sabtu (20/2) sore.

Menurut Moruk, keterlambatan pembayaran gaji guru di sebelas kabupaten yang ada di provinsi NTT lantaran APBD provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2021 mengalami peralihan sistem yaitu Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) menjadi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Sistem itu ini merubah penggunaan APBD dimana SIPKD masih ada belanja langsung dan belanja  tak langsung sedangkan SIPD dikenal dengan belanja Operasional, belanja Transfer, dan belanja Hibah sehingga 8000 lebih guru yang masuk dalam pengalihan sistem itu.” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam sistem SIPD itu meminta masing-masing ASN membuat template  yang mewajibkan para guru untuk mengisi nama keluarga yang ditanggung, dan NPWP yang diinput oleh para guru.

“Sampai hari Rabu kemarin itu baru ada satu kabupaten yang lengkap yaitu Lembata, sedangkan yang lain belum, dan sedang berproses. Tadi saya sudah ketemu Kepala Dinas P dan K dan sekretaris itu maka sejak Jumat kemarin itu kita sudah  proses sebelas kabupaten, dan Senin ini kita sudah kirim lagi gaji untuk sebelas kabupaten yang belum.” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, gaji guru di sebelas kabupaten  yang sudah ditransfer yaitu kabupaten Alor, Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata, Nagekeo, Manggarai Timur, Sumba Tengah, Belu, Malaka, TTS, dan Sumba Barat Daya.

Sedangkan yang belum yaitu Sumba Timur, kota Kupang, Kabupaten Kupang, Manggarai, Manggarai Barat, TTU, Sumba Barat, Flores Timur, Sikka, Ende, dan Ngada.

Ia mengimbau kepada seluruh Guru di NTT untuk mengisi template data yang diminta di SIPD yaitu nama, NIK, keluarga yang ditanggung dan NPWP sehingga tidak menghambat proses pengajuan pencairan gaji oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sebelas Kabupaten yang sudah ditransfer dan sisanya kita transfer minggu depan. Diharapkan para Kepala Sekolah SMA/SMK untuk mendorong guru-guru melengkapi template Data Guru dari masingmasing sekolah.” pintanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi kepada VN mengatakan, situasi pandemi covid-19 menyebabkan semua sekolah merumahkan para siswa dengan pola belajar dari rumah membawa beberapa hal terkait dengan pendapatan sekolah dan aspek teknis lainnya yang turut berpengaruh pada kinerja guru negeri maupun swasta.

Terkait dengan berbagai keterlambatan gaji yang menjadi hak para guru, ungkap Linus, Dinas P dan K selalu berkomitmen agar penyaluran secara teknis tidak boleh terlambat.
Namun, seperti yang dijelaskan Kepala Badan Keuangan Daerah NTT maka ia berharap semua guru bisa memahami bersama dalam semangat pelayanan dan desakan kebutuhan.

Menurut Linus, situasi yang terjadi saat ini bukan hanya dialami oleh Pemprov NTT tetapi dialami semua provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Sehingga pihak sekolah diminta untuk segera melengkapi hal teknis sesuai sistim aplikasi yakni ,NPWP ,KTP dll yang perlu diakses.

“Yang terhormat Bapak/Ibu Guru, pegawas SLB, SMA/ SMK se-NTT, Hasil koordinasi dengan kepala badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Zakarias Moruk jam 13.30 WITA tadi dijelaskan ada keterlambatan transfer Dana Alokasi Umum yang menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji. Saat ini sedang dilakukan proses pencairan secara bertahap. Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh kita bersama.” ujarnya
Linus. (Yan/ol)