Kader PKB NTT harus Junjung Persatuan

berbagi di:
img-20210116-wa0050

 

Yucundianus Lepa
Ketua DPW PKB NTT

 

 

 

Kekson Salukh

 

DEWAN pengurus wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar musyawarah wilayah (Muswil) ke VI (enam), Sabtu-Minggu, (16-17/1) di Hotel Aston Kupang.

Muswil ke VI DPW PKB NTT dibawa tema Penataan dan Penyeragaman Pengurus dihadiri Tim DPP PKB dipimpin Faisol Reza yang juga merupakan Ketua Komisi VI DPR RI, Ketua DPW PKB NTT Yucundianus Lepa, Wakil Ketua DPRD NTT Aloysius Malo Ladi, Anggota Fraksi PKB DPRD NTT, Ketua DPC PKB se NTT, Sekretaris DPW Nasdem NTT Aleksander Ofong, dan puluhan kader.

Ketua DPW PKB NTT Yucundianus Lepa dalam sambutannya mengatakan, Muswil DPW PKB NTT ke VI tentunya ada perbedaan pendapat antar kader, namun yang harus dipertajam itu adalah persatuan bukan perbedaan.

“Dalam hajatan Muswil PKB NTT ke VI ini pasti ada perbedaan tetapi mari kita harus jadikan perbedaan itu menjadi persamaan dan persatuan jangan mempertajam perbedaan. Karena, mempertajam perbedaan hasilnya adalah kehancuran.” tegasnya.

Menurut Yucun, forum Muswil DPW PKB NTT harus menjadi forum untuk merekat solidaritas, dan kebersamaan antar kader demi kebangkitan dan kemenangan PKB.

“Forum hari ini adalah forum untuk merekat solidaritas kita, merekat kebersamaan dan tinggalkan ego kita masing-masing, tetapi tingkatkan kebersamaan untuk PKB bangkit dan menang.” tandasnya.

Lebih lanjut Yucun mengisahkan, pengalaman 20 tahun lebih memimpin partai besutan Muhaimin Iskandar di NTT, awalnya hanya memiliki 2 kursi di DPRD kabupaten yaitu kabupaten Kupang dan kabupaten Ende. Muswil pertama pun kala itu hanya diikuti 16 peserta.

Namun, kata Yucun,  proses dan semangat juang yang tinggi dari para kader PKB hingga saat ini PKB NTT memiliki 73 kursi di DPRD kabupaten/kota se NTT, 7 kursi DPRD NTT, dan 2 kursi DPR RI.

“Dua puluh tahun lebih memimpin PKB NTT, PKB NTT saat ini sudah luar biasa. Dulu awal pertama untuk hadir dalam Muswil PKB itu hanya enam belas orang, dan saat itu kursi DPRD hanya dua saja, satu di kabupaten Kupang dan satu di Ende. Tapi proses ini membuat kita punya semangat juang yang tinggi, bahwa dari 2 kursi se-DPRD kabupaten/kota se-NTT kini menjadi 73 kursi DPRD kabupaten/kota se NTT. Dari nol kursi DPRD NTT sekarang menjadi 7 kursi di DPRD NTT dan mendapatkan posisi pimpinan DPRD, dan dari nol kursi DPR RI kini kita memiliki 2 kursi DPR RI.” kisah politisi senior NTT itu.

Ia mengucapkan terimakasih kepada semua kader PKB NTT yang sudah mendukung dirinya selama memimpin PKB NTT. Ia mengakui keberhasilan yang dicapai selama ini bukan kerja keras dirinya sendiri namun merupakan hasil dari kerja keras semua kader.

“Semoga hasil Muswil kali ini kita mampu menyusun struktur yang baik dan mampu bekerjasama agar mulai melaksanakan tugas-tugas partai. Muswil kali ini harus menjadi muswil yang kita bahas bersama dalam suasana persaudaraan ala PKB.” pintanya.

Ia berharap Muswil ke VI DPW PKB NTT tidak saja yang ditonjolkan adalah penataan struktur DPW tetapi Muswil yang berlangsung dua hari itu harus lebih mempertajam program kerja partai, dan membangun sinergitas yang baik dengan pemerintah daerah hingga pusat.

“Kita berharap kita mulai mencari, menjaring calon kepala daerah di kabupaten/kota maupun Pilkada NTT yang sebentar lagi akan dilakukan, kita juga harus membahas bersama-sama Pilpres. Untuk menghadapi Pemilu 2024 maka sesuai instruksi DPP kita harus segera membereskan struktur partai, jangan sampai besok mau pemilu baru kita mulai bereskan dan bentuk struktur, hingga Morat Marit mencari saksi maupun caleg.” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar dalam arahannya secara virtual meminta Muswil DPW PKB seluruh Indonesia menghasilkan pikiran-pikiran dan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masalah sosial yang sedang melanda bangsa Indonesia.

“Semoga Muswil serentak tahap dua sekaligus tahap akhir ini menghasilkan pemimpin yang lebih agresif, lebih semangat dan mampu memberikan solusi yang sangat baik untuk mendukung pembangunan di Indonesia.” tutupnya. (Yan/ol)