Kadispar Berharap Aset-aset Pemkot Dikembalikan

berbagi di:
TINGGALKAN KEJARI: Asisten I Setda Kota Kupang Yos Rera Beka berjalan keluar meninggalkan kantor Kejari Kota Kupang, usai memberikan keterangan terkait pengalihan tanah Pemkot ke tangan perorangan, Senin (27/7) kemarin. (Foto: Nahor Fatbanu)

TINGGALKAN KEJARI: Asisten I Setda Kota Kupang Yos Rera Beka berjalan keluar meninggalkan kantor Kejari Kota Kupang, usai memberikan keterangan terkait pengalihan tanah Pemkot ke tangan perorangan, Senin (27/7) kemarin. (Foto: Nahor Fatbanu)

Mickael Umbu & Simon Selly

SETELAH memasuki tahap penyelidikan, tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang “menggilir” para pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Pada Senin (27/7) kemarin, dua pejabat Pemkot dimintai keterangan seputar proses bagi-bagi tanah pemerintah yang berindikasi merugikan negara/daerah.

Dua pejabat Pemkot yang diperiksa kemarin adalah Asisten I Setda Kota Yos Rera Beka dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Yanuar Dally. Keduanya diperiksa sejak pagi hingga sore kemarin.

Usai pemeriksaan, Yanuar Dally kepada wartawan berharap, kasus ini dapat dituntaskan dengan baik oleh Kejari Kota Kupang. “Saya berharap aset-aset tanah bisa dikembalikan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab bisa mematuhi hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pantauan VN, pukul 16.54 Wita, Yanuar Dally keluar dari kantor Kejari.
“Saya baru dapat undangan dan hari ini saya hadir tadi pukul 10.00 Wita untuk memenuhi undangan terkait pengalihan tanah pemerintah,” ujarnya.

Ia mengaku ditanya sekitar 20 pertanyaan oleh tim jaksa. “Kurang lebih ada 20 pertanyaan yang disampaikan. Itu terkait sejarah pengalihan aset tersebut,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sudah dua kali diperiksa oleh jaksa. “Ya, ini sudah kali kedua saya diperiksa. Kalau dipanggil saya wajib datang untuk memberikan keterangan. Selain itu, awalnya status dari kasus ini ditangani Tim Intel tetapi sekarang statusnya naik, kini sudah ditangani Tim Pidsus,” bebernya.

Selanjutnya, pada pukul 17.32 Wita, tampak Yos Rera Beka keluar dari kantor Kejari Kota Kupang. Ia membenarkan diperiksa terkait dengan kasus pengalihan tanah Pemkot ke tangan perorangan.

“Iya benar, ini soal tanah kapling,” ucapnya sembari bergegas menuju mobil dinasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang Maks Oder Sombu yang dikonfirmasi terpisah, mengakui adanya pemeriksaan terhadap dua pejabat pemkot kemarin. “Hari ini (kemarin) dua pejabat Pemkot yang diperiksa oleh tim jaksa,” ucapnya singkat.

Sedangkan Kabag Hukum Setda Kota Kupang Matheus BL Radja mengatakan, jika diminta, maka Bagian Hukum siap memberikan pendampingan hukum kepada pejabat yang diperiksa. “Bagian hukum siap mendampingi jika ada perintah dari pimpinan, dan kalau yang diperiksa memang mau didampingi,” katanya.

Dia menambahkan, pendampingan hukum bisa dilakukan Bagian Hukum. Namun tak menutup kemungkinan bila pejabat yang diperiksa menggunakan jasa advokasi hukum dari pihak luar. (D-1/ol)