Kajari Edy Hartoyo Pamitan di Momen HBA ke-59

berbagi di:
Foto: Frangky Johannis/VN

 

Kajari Rote Ndao Edy Hartoyo membacakan Amanat Jaksa Agung RI HM Prasetyo saat memimpin upacara Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 dan HUT IAD ke-19 tahun 2019, di halaman kantor Kejari Rote Ndao, Senin (22/7) pagi. Foto: Frangky Johannis/VN

 

Frangky Johannis

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rote Ndao Edy Hartoyo memimpin upacara Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 tahun 2019 di halaman kantor Kejari Rote Ndao, Senin (22/7) pagi.

Upacara HAB yang berlangsung di Kabupaten Terselatan NKRI tersebut berlangsung sederhana dan khidmat, diikuti seluruh jajaran baik struktural dan fungsional, serta Ketua dan pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Cabang Rote Ndao.

Edy Hartoyo yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup), membacakan sambutan Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengharapkan  segenap jajaran Kejaksaan perlu meneguhkan komitmen untuk semakin meningkatkan pengabdiannya demi segera terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang maju, unggul, utuh, adil dan makmur.

“Kejaksaan RI dan semua jajaran tidak boleh ketinggalan, berdiam diri, dan larut dalam rutinitas dan hanya menjadi penonton. Tetapi, harus berupaya meningkatkan kualitas diri sebagai vocal point karena pembangunan SDM adalah hal penting dan utama sebagai investasi jangka panjang, untuk menjaga eksistensi dan kemajuan institusi Kejaksaan.

Foto: Frangky Johannis/VN
Foto: Frangky Johannis/VN

Edy menyampaikan Lima Perintah Harian Jaksa Agung, yakni pertama, tingkatkan profesionalitas, kemampuan perorangan dan satuan sebagai bekal mengantisipasi, menangani, dan menuntaskan setiap masalah dan tugas yang akan dan sedang dihadapi. Kedua, pupuk semangat solidaritas, mampu bekerja sama, berkoordinasi, bersinergi, memegang teguh prinsip dan jati diri sebagai insan Adhyaksa agar tetap terjaga dan dijunjung tinggi.

Ketiga, tingkatkan keberanian dan kejujuran, menyadari kekurangan dan kesalahan diri disertai kepekaan cepat dan melakukan langkah perbaikan dan koreksi. Keempat, kukuhkan jiwa korsa, landasan utama kebersamaan insan adyaksa yang saling mendukung, menjaga, mengingatkan, dan menguatkan sebagai penopang eksistensi. Kelima, mempersiapkan diri untuk mengabdi dan bekerja sepenuh hati demi kemajuan, keunggulan dan keutuhan negeri.

Pantauan VN, usai upacara bendera dilanjutkan dengan kegiatan tabur bunga di Dermaga Ba’a, dan dilanjutkan dengan syukuran HBA ke-59 dan HUT IAD ke-19 tahun 2019 di aula Kejaksaan Negeri Rote Ndao.

 

Pamitan
Edy Hartoyo usai upacara kemarin kepada wartawan menyampaikan bahwa melalui momen HBA dan HUT IAD ini, dirinya juga berpamitan dengan jajaran Kejari dan seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao karena akan menjalani tugas baru sebagai Kejari Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan instansi terkait lainnya selama menjalankan tugas selama kurang lebih dua tahun di Rote Ndao.

“Saya juga memohon maaf bila masih ada kekurangan dalam masa kepemimpinan saya dua tahun belakangan ini. Saya berharap segala kekurangan itu akan disempurnakan oleh penggantinya kelak,” ujar Edy.

Terkait penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi yang belum selesai dalam masa jabatannya, Edy  menjelaskan selama ini pihaknya menitikberatkan pada pencegahan oleh TP4D, kecuali hal yang sudah tidak bisa dicegah lagi.

“Termasuk dalam amanat Jaksa Agung yang dibacakan tadi pun masih menegaskan soal pencegahan, tetapi tetap kita selaraskan dengan penindakan apabila sudah tidak bisa dicegahlagi,” katanya.

Foto: Frangky Johannis/VN
Foto: Frangky Johannis/VN

Ia menguraikan, ada tiga kasus yang selama ini ditangani oleh Kejaksaan yang sudah masuk dalam tahapan penyidikan, yakni ADD Desa Lakamola, Lifuleo, dan Lekik. “Karena ini baru masuk tahapan penyidikan sehingga akan dilanjutkan oleh pengganti saya nantinya,” pungkas Edy. (bev/ol)