Kakek Sebatang Kara Ditemukan Membusuk

berbagi di:
ilustrasi mayat

Anggota Polsek Kupang Tengah bersama warga mengevakuasi jenazah Benyamin Toto yang ditemukan telah membusuk di rumahnya, kemarin. Foto: Ayub Ndun/VN

 

 

Seorang kakek yang sebatang kara di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Benyamin Toto (73) ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya sudah membusuk di kediamannya di RT 03/RW 1 Dusun Air Sagu, Desa Noelbaki, Kupang Tengah, Minggu (14/4).

Kakek Benyamin berprofesi sebagai petani. Lokasi rumahnya cukup jauh dengan rumah warga lain. Korban diperkirakan meninggal dunia tiga hari sebelumnya. Kondisi jenazah yang sudah mulai rusak, membuat polisi meminta pihak keluarga menyediakan peti jenazah agar langsung diisi dalam peti jenazah dan segera dikuburkan.

Pantauan VN, warga setempat berbondong-bondong mendatangi kediaman korban demi mengetahui korban sudah meninggal dunia.

Proses evakuasi baru dilakukan tadi malam, setelah pihak keluarga menyiapkan peti jenazah. Sebab kondisi jenazah sudah membusuk sehingga harus menggunakan peti agar langsung dimakamkan. Proses identifikasi dan evakuasi dilakukan aparat Polsek Kupang Tengah dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Yohanes Petrus Tafuy bersama personelnya, dan dibantu warga sekitar.

Kapolsek Kupang Tengah, AKP Bertha Hangge melalui Kanit Reskrim Polsek Kupang Tengah Aiptu Yohanes Petrus Tafuy kepada VN di lokasi kejadian, mengatakan, korban diduga sudah meninggal tiga hari yang lalu.
Korban ditemukan oleh Rinton Neno, yang kemudian memberitahu ayahnya, Pieter Neno dan tersiar kabar tentang kejadian tersebut ke telinga warga. Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi.

Aiptu Tafuy mengatakan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi.

“Langsung ke rumah duka di keluarga Sinlae, dan keluarga pun menolak untuk autopsi,” ujarnya.

Rinton Neno yang diwawancara VN mengatakan bahwa sekitar pukul 15.30 Wita kemarin, ia diminta keluarganya untuk mengecek keadaan korban. Saat berjalan menuju rumah korban ia mencium bau busuk.

“Kakak suruh saya cek keadaan Om Min (panggilan Benyamin Toto). Saya ke sana tapi dari jauh sudah cium bau busuk,” ujar Rinton.

Karena takut, ia lantas mengajak dua orang anak kecil yang keluarganya, untuk bersama-sama membuka pintu dan mengecek ke dalam rumah. Ternyata Om Min (korban) sudah membusuk. Dia lantas bergegas pulang memberitahu keluarga.

Warga setempat, Alfredo Oematan kepada VN pun mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian itu dari keponakannya yang bersama Rinton Neno saat bertandang ke rumah korban.

Dia mengatakan korban sebelum meninggal sempat mendapat pelayanan diakonia dari Gereja GMIT Getsemani Tarus Timur pada Rabu (10/4) lalu.

Proses evakuasi dihadiri Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kupang, Ipda Joel Lili dan Babinkantimnas Desa Noelbaki Bripka Alexander Ndun serta para aparat kepolisian dan warga sekitar. Untuk diketahui, almarhum Benyamin Toto (73) adalah petani dan selama ini hidup seorang diri. Dia dikenal sebagai pekerja keras dan suka membantu sesama. Diduga, ia meninggal dunia karena sakit. (mg-18/R-4)