Kakek Tewas Dihabisi Pria yang Diduga Kerasukan

berbagi di:
ilustrasi jenazah

 

Yunus Atabara

Naas menimpa Kasianus Mitak warga Rohe, Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kakek berusia 72 tahun itu merenggang nyawa setelah dibacok berkali-kali oleh seorang pria yang diduga Sedang kerasukan.

Pria bernama Thomas Maurus (38), warga Habilogut, Desa Nangatobong Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka menebas kepala sang kakek ketika mereka berpapasan di jalan rabat wilayah itu, Kamis (28/9) siang.

Seperti yang dikisahkan Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Andri Setiyawan kepada VN, Kamis (28/9) malam, aksi pembunuhan tersebut dilakukan Thomas kemarin sekitar pukul 14.00 Wita saat keduanya berpapasan di jalan rabat menuju Kampung Rohe, Desa Umauta, Kecamatan Bola.

Ia mengatakan AKP Andri Setiyawan, dari informasi yang diperoleh warga setempat, pelaku bertemu dengan korban yang baru pulang dari kebun. Korban saat itu sedang membawa sebilah parang dari kebun.

Tak disangka, pelaku langsung merampas parang korban dan langsung mengayun ke bagian belakang kepala korban, secara berulang-ulang tanpa perlawanan. Korban pun langsung jatuh di jalan dan tak sadarkan diri. Nyawanya tidak tertolong.

“Diduga korban kehabisan darah dan langsung meninggal di tempat kejadian perkara,” ungkap AKP Andri.

Ia menambahkan, sebelum kejadian, menurut warga pelaku datang dari kampungnya di Habilogut, Desa Nangatobong ke kampung Rohe untuk melaksanakan upacara adat “Lodo Huer” (acara untuk arwah leluhur) yang dilaksanakan pada Rabu (27/9).

Keesokan harinya (Kamis), pelaku berpamitan untuk kembali ke kampungnya di Habilougut. Saat pelaku berpamitan, warga melihat pelaku tampak seperti sedang mengalami kerasukan.

“Pelaku meninggalkan rumah tempat acara adat dan berlari mengikuti rabat jalan yang ada di perkampungan Rohe,” jelasnya.

Di perjalanan itulah, pelaku kemudian berpapasan dengan kakek Kasianus dan terjadikan peristiwa berdarah yang merengut nyawa Kakek Kasianus.

Kapolsek Bola Ipda Yohanes ER Balla melalui pesan singkat WhatsApp kepada VN menambahkan, setelah mendapat laporan dari kepala desa setempat sekitar pukul 15.00 Wita, ia bersama anggota langsung turun ke tempat kejadian perkara untuk untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Bola untuk dilakukan visum et repertum. “Selain itu, mengamankan pelaku ke sel Mapolsek Bola untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan dari keluarga korban,” tulis Kapolsek Bola.

Ipda Yohanes ER Balla menjelaskan, pelaku kemudian langsung ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya membuatkan laporan polisi dengan nomor LP/17/IX/2017/NTT/RES. SIKKA/SEK.BOLA untuk proses selanjutnya.

“Untuk sementara situasi dari kedua belah pihak, keluarga pelaku dan korban, masih terpantau aman dan terkendali. Jenazah korban saat ini masih berada di Puskesmas Bola dan selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Rohe untuk disemayamkan,” pungkasnya.