Kalah Kasasi, Tersangka Pembunuhan Ditangkap Saat Ajukan PK

berbagi di:
img-20201016-wa0006

 

 

 

 

Simon Selly

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Nusa Tenggar Timut dibantu anggota Buser Satuan Reskrim Polres Kupang Kota menangkap Marthen Dillak (58), pensiunan PNS yang merupakan tersangka kasus pembunuhan, Jumat (16/10), siang di Kantor Pengadilan Negeri Kupang.

Marthen ditangkap saat hendak mengakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas kasus pembunuhan terhadap Paul Nafie (23), tukang bangunan asal Betun Kabupaten Malaka, tahun 2018 lalu.

Dalam kasus ini, Marthen bersama dua anaknya Anggri Dillak dan Imanuel Dillak ditetapkan sebagai tersangka.
Imanuel Dillak kabur dan masih buron hingga saat ini sementara Anggri Dillak sudah menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan selama 10 tahun dan menghuni Lapas Kupang.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kupang, Ririn Handayani,kepada wartawan, Jumat (16/10) di ruang kerjanya, mengakui bahwa pihaknya telah mengeksekusi Marten Dillak, atas perkara pembunuhan.

“Terdakwa (Marthen Dillak) kami eksekusi di Pengadilan N doegeri Kupang dengan dibantu pihak kepolisian dipimpin Kanit Buser Aipda Yance Sinlaeloe,” ujarnya.

Selain itu, Kasi Pidum juga menjelaskan, sebelumnya terdakwa sempat dijemput jaksa di rumahnya, bersurat dan menjemput secara paksa tetapi tidak berhasil menemukan terdakwa.

“Kami berhasil melakukan eksekusi karena terdakwa datang ke pengadilan untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) sehingga kami mengambil momen tersebut untuk mengamankan terdakwa dan membawa ke kantor kejaksaan,” ujarnya.

Usai dieksekusi jaksa, Marthen Dillak menjalani rapid test dan hasil non reaktif sehingga langsung dibawa ke Lapas Kupang.

Marthenyang menjadi tersangka pembunuhan dibebaskan dalam sidang di Pengadilan Negeri Kupang sehingga jaksa penuntut umum melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam upaya hukum ini, jaksa menang dengan putusan 10 tahun penjara.

Marthen dijerat Pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (bev/ol)