Kalah Kontroversial di Final, Atlet Muaythai NTT Raih Medali Perak dengan Dana Sendiri

berbagi di:
1617108132003

 

Atlet Muaythai NTT, Susanti Ndapataka berpose dan menunjukkan medali yang diraihnya usai menjadi Juara II dalam Kejuaraan Nasional IX dan Liga Nasional Seri XI Muaythai di Kendari, Silawesi Tenggara, yang digelar 22 Maret hingga 27 Maret lalu.

 

 

 

 

Paskal Seran

 

 

ATLET Muaythai kebanggaan NTT, Susanti Ndapataka meraih medali perak di Kelas U-57 Kilogram putri dalam ajang Kejuaraan Nasional IX dan Liga Nasional Seri XI Muay Thai di Kendari, Silawesi Tenggara, yang digelar 22 Maret hingga 27 Maret lalu. Prestasi untuk mengharumkan nama NTT di ajang nasional itu diperolehnya dengan anggaran sendiri.

 
Pelatih Muathai PON NTT Angga mengatakan hal itu kepada VN, Selasa (30/3).

 
Dia mengatakan, Susanti Ndapataka merupakan atlet PON NTT yang sedang dipersiapkan untuk berlaga di PON XX mendatang. Selain itu Susanti juga merupakan Atlet Pelatnas yang dipersiapkan untuk berlaga di ajang SEA Games mendatang.

 
“Kita patut berbangga karena memiliki Susanti yang mewakili NTT di Pelatnas SEA Games. Dia sedang dipersiapkan untuk mengikuti PON juga. Dan kami yakin ia pasti mendapat medali di PON nanti,” ujar Angga.

 
Akan tetapi, keikutsertaaanya dalam ajang Kejuaraan Nasional IX dan Liga Nasional Seri XI Muaythai di Kendari, Silawesi Tenggara, yang digelar 22 Maret hingga 27 Maret lalu, Susanti menggunakan dengan anggaran sendiri.

 
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak KONI saat sebelum berangkat, tetapi tidak ada anggaran, sehingga kami putuskan untuk menggunakan anggaran sendiri,” jelasnya.

 
Menurutnya, sesuai hasil koordinasi itu juga pihak KONI berjanji untuk menggantikan semua biaya yang digunakan Susanti saat dana hibah ke KONI NTT sudah cair.

 
“Sesuai keputusan juga anggaran yang kami pakai untuk mengikuti ajang itu akan diganti setelah dana hibah dari Pemprov NTT ke KONI NTT sudah cair. Semoga itu bisa terjadi,” jelasnya lagi.
Terkait medali perak yang diraih oleh Susanti, dia menjelasakan, Susanti kalah kontroversial di babak final. “Di Final dia kalah kontroversial dari Angel Runtukahu dari Sulawesi Utara. Di papan skor jelas tertulis Susanti unggul, tetapi begitu dibacakan pemenang malah dari Sulawesi Utara,” jelasnya.

 
Menurut Angga, kekalahan susanti ini merupakan kekalahan pertama saat ia menjadi atlet yang berlaga di level nasional. “Kekalahannya ini juga merupakan kekalahan pertama saat bertanding tanpa saya sebagai pelatih karena keterbatasan dana,” tegas Angga.

 

Angga juga menjelaskan, Selasa, kemarin, Susanti sudah kembali ke Kupang karena atlet-atlet Pelatnas Muaythai juga sedang libur. Sehingga nanti Susanti baru kembali lagi ke Bogor untuk bergabung dengan para atlet pelatnas.

 
Susanti Ndapataka yang dihubungi terpisah semalam mengungkapkan, dirinya sudah tiba di Kupang. Ia mengaku bangga bisa meraih medali perak di ajang itu dengan segala keterbatasan.

 
Sementara itu, Sekretaris KONI NTT Edu Seti yang dihubungi terpisah terkait anggaran yang akan diganti pihak KONI hingga berita ini diturunkan belum merespons. (Yan/ol)