Kampung Adat Praingu Prailiu jadi Wisata Digital

berbagi di:
foto-hal-09-deputi-gubernur-senior-bi-destry-damayanti-scan-qris-code-edisi-270220

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti (kiri) mengaktifkan QRIS saat peresmian Kampung Adat Praingu Prailiu menjadi wisata digital di Waingapu, akhir pekan lalu.

 

 
Rafael L. Pura

Kampung Adat Praingu Prailiu di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, diresmikan menjadi kampung adat wisata digital pertama di Provinsi Nusa tenggara Timur. Peresmian itu dilaksananakan, Jumat (21/2) lalu, oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Peresmian tersebut ditandai dengan Scan Quick Response (QR) Code. Pantauan, Destry Damayanti didampingi oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Komunikasi Onny Wijanarko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, dan Direktur Pemasaran Dana PT. Bank NTT Alex Riwu Kaho.

Deputi Senior Bank Indonesia (BI), Desty Damayanti mengatakan, kampung adat itu juga menjadi percontohan (piloting) QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Destry mengatakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penyanggah terpenting dan menopang perekonomian Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia, selaku berusaha memajukan UMKM ini.

“UMKM adalah kekuatan ekonomi kita, sehingga jika ekonomi kita kuat, pastinya stabilitas moneter juga terjaga. Bank Indonesia berusaha memajukan UMKM salah satunya melalui implementasi QRIS,” katanya.

Menurutnya, peresmian kampung wisata digital dan Piloting QRIS merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT dan Bank NTT. Kerja sama pengembangan pariwisata ini, sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover.

“Sedangkan QRIS yang mengusung semangat UNGGUL akronim dari universal, gampang, untung dan langsung, bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,” sebutnya.

Dengan diresmikannya menjadi desa wisata, maka akan memudahkan wisatawan atau pengunjung untuk mencari informasi dari sebuah destinasi wisata maupun produk kerajinan seperti tenun ikat melalui scan pada QR produk.

“Selain itu, untuk menunjang kemudahan aktivitas para wisatawan dengan efisiensi transaksi pembayaran melalui penerapan QRIS,” katanya.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Indonesia terhadap masyarakat NTT khususnya Kabupaten Sumba Timur dengan membangun galeri tenun ikat sumba di Kampung adat Praingu Prailiu.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada BI, yang mendukung budidaya rumput laut sebagai komoditas ekspor unggulan.

“Dan dilakukan peresmian program Kampung Adat Praingu Prailiu sebagai Kampung Wisata Digital sekaligus melakukan Piloting QRIS untuk transaksi pembayaran non tunai. Ini perhatian yang sangat luar biasa,” katanya. (mg-03/E-1)