Kapal Wisata Jadi Penyumbang Sampah Terbanyak di Mabar

berbagi di:
Sejumlah kapal milik warga yang melayani para wisatawan di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat. Gambar diabadikan akhir pekan lalu.

Sejumlah kapal wisata milik warga yang melayani para wisatawan di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat.

 

Gerasimos Satria

Data menunjukan, Kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menjadi penyumbang sampah terbanyak di Kota Labuan Bajo. Setiap hari, sumbangan sampah mencapai 1-3 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mabar, Paulinus Pangul kepada VN Rabu (26/9) siang menjelaskan, sampah yang berasal dari kapal wisata yang dibuang di area kampung ujung Labuan Bajo dan sekitar pelabuhan Pelni. Padahal daerah tersebut merupakan jalur utama yang dilalui wisatawan setiap hari.

Paulinus menyayangkan sikap pemilik kapal wisata yang membuang sampah sembarangan. Pemilik kapal wisata harusnya bekerjasama dengan Pemerintah Mabar agar menjaga kota dari sampah.

Dia mengaku selama ini kapal wisata di Labuan Bajo kadang tidak membayar retrebusi sampah. Padahal sesuai aturannya, retrebusi sampah bagi kapal wisata sebesar Rp 50 ribu/bulan. Namun, masih banyak kapal wisata yang tidak membayar retrebusi sampah.

Pihaknya mengaku kesulitan mengurus sampah karena mobil pengangkut sampah sangat minim. Dari lima, hanya satu mobil dalam kondisi baik sehingga harus dibagi dalam tiga shift.

Untuk mengatasi masalah sampah di Kota Labuan Bajo, saat ini sedang dilakukan proyek pembangunan TPA di Gorontalo. Selain itu tahun depan Pemkab Mabar akan membagi satu tabung sampah kepada seluruh RT/RW yang berada di Kota Labuan Bajo.

Sebelumnya, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Blasius Janu menyampaikan makin peliknya masalah sampah yang belum juga diselesaikan. Apalagi bulan Oktober banyak tamu IMF yang akan datang berkunjung.

“Sangat disayangkan jika wisatawan yang berkunjung di Labuan Bajo disambut dengan sampah. Pemkab Mabar seharusnya intens bertemu masyarakat untuk menyampaikan kepada masyarakat agar bisa menjaga kebersihan di masing-masing rumah,” kata Janu.

Anggota DPRD Mabar lainnya, Ino Tanla mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk intens mengambil sampah yang ada pada tempat sampah di sejumlah titik Labuan Bajo dan memperbanyak tempat sampah. (bev/ol)