Kapal Wisata Labuan Bajo Belum Peduli Kebersihan Laut

berbagi di:
20190528_172943

Kapal wisata di Labuan Bajo saat bersandar di dermaga. Foto: Gerasimos Satria/VN

Gerasimos Satria

Pengelola kapal wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur Barat dinilai kurang peduli dengan kebersihan laut Labuan Bajo. Para Anak Buah Kapal (ABK) masih sering membuang sampah di laut perairan Labuan Bajo.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Labuan Bajo, Dwikora Simajuntak, Rabu (29/5) mengatakan laut Labuan Bajo dipenuhi sampah, salah satunya bersumber dari kapal wisata.

Menurutnya, saat ini jumlah kapal wisata di Labuan Bajo ada 400 unit. Rata-rata kapal wisata tidak menguasasi aturan dan penerapan keselamatan. Operator kapal wisata juga kurang mengerti pencegahan pencemaran laut.

“Kami sudah berkali-kali menghimbau agar pihak kapal wisata menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Serta sediakan tempat sampah di atas kapal,” ujar Dwikora.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Paulinus PangulĀ  menjelaskan, sampah yang berasal dari kapal wisata dibuang di area kampung ujung Labuan Bajo dan sekitar pelabuhan Pelni. Padahal daerah tersebut merupakan jalur utama yang dilalui wisatawan setiap hari.

Paulinus menyayangkan sikap pemilik kapal wisata yang membuang sampah sembarangan. Pemilik kapal wisata harusnya bekerjasama dengan Pemerintah Mabar agar menjaga kota dari sampah.

Dia mengaku selama ini kapal wisata di Labuan Bajo kadang tidak membayar retrebusi sampah. Padahal sesuai aturannya, retribusi sampah bagi kapal wisata sebesar Rp 50 ribu/bulan. Namun, masih banyak kapal wisata yang tidak membayar retreibusi sampah. (bev/ol)