Kapolda NTT Kunjungi Kampung Tangguh di Kabupaten Rote Ndao

berbagi di:
img-20210303-wa0034

 

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif didampingi Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, berdialig dengan salah seorang perajin tenun ikat dan cinderamata, dalam kunjungannya di Kampung Tangguh Nusantara, Namodale, Rabu (3/3). Foto:Frangky/VN.

 

 

 

Frangky Johannis

 

 
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol Lotharia Latif, berkunjung ke Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/3).

Kampung Tangguh tersebut juga merupakan Kampung Budaya Namo Ndao, yang terletak di Lingkungan III kelurahan tersebut, yang juga sebagai sentra produksi kerajinan tenun ikat dan inderamata khas Rote Ndao, yang terus berproduksi di masa pandemi Covid-19.

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan, aktivitas produksi warga di kampung (sentra) tersebut yang terus dilakukan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, sangat memungkinkan untuk menjadi sarana penularan virus tersebut, melalui keluar masuk orang yang bertransaksi.

Walau demikian, kata Kapolda Lotharia, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan kenyataannya malah sebaliknya, justru penduduknya terus berpenghasilan, walau tak sebanding dengan keadaan normal sebelumnya.

“Kabupaten Rote Ndao, hingga saat ini termasuk daerah yang cukup stabil, dalam menangani masalah Covid-19,” kata Irjen Pol Lotharia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut dihasilkan melalui adanya sinergitas yang baik antara Bupati dan Forkopimda, yang di dalamnya terdapat pimpinan TNI dan Polri, sebagai garda terdepan, yang terus berjuang menangani ancaman virus berbahaya itu.

“Saya memberi apresiasi terhadap kebersamaan yang dibangun oleh Bupati Rote Ndao karena selama ini, sinergisitas terjalin baik dengan Forkopimda dalam menangani pandemi ini,” kata Kapolda yang saat itu didampingi Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto dan beberapa Pejabat Utama Polda NTT dan Polres Rote Ndao.
Penanganan Covid-19 dan PEN

Kapolda Lotharia mengatakan, dua hal yang menjadi fokus Pemerintah Pusat,
yang terus dilakukan dan menjadi atensi khusus Presiden Joko Widodo, adalah penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kedua hal tersebut butuh sinergisitas seluruh stakeholders untuk mewujudkannya.

“Untuk Rote Ndao, apa yang sudah dicapai saat ini, semoga terus dipertahankan,” harap Kapolda.

Terpisah Lurah Namodale, Polce Dillak kepada VN menjelaskan, wilayah Kelurahan Namodale yang ditetapkan sebagai Kampung Tangguh, selain aktivitas produksi yang terus dilakukan oleh penduduknya, juga berdasarkan catatan jumlah kasus positif Covid-19 hingga saat ini, hanya terkonfirmasi dua kasus, itupun berada di satu dari tiga wilayah Rukun Tetangga.

“Lingkungan ini dipilih dan ditetapkan sebagai Kampung Tangguh karena selain tidak banyak yang terpapar, juga merupakan sentra produksi tenun ikat dan cinderamata khas Rote yang melakukan produksi dan banyak dikunjungi pembeli. Kampung ini sudah komit menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Selain produksi kerajinan, kata dia, mata pencaharian penduduknya ada pula sebagai nelayan, pedagang kaki lima (PKL), dan buruh bangunan.

“Paling banyak adalah pengrajin, sisanya nelayan, PKL, dan buruh bangunan,” kata Dillak.(yan/ol)