Kapolri Sebut Keberagaman di NTT jadi Kebanggaan Bangsa

berbagi di:
img-20210403-wa0039

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di halaman Gereja St Yoseph Naikoten Kupang, sedang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTT yang ikut ambil bagian dalam pengamanan Paskah, Sabtu (3/4).

 

 

Yosi Kameo

 

KEBERAGAMAN di NTT, baik itu keberagaman agama, suku, dan budaya, sejatinya merupakan kebanggaan tersendiri untuk Bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, usai acara kunjungannya di Gereja St. Yoseph Naikoten Kupang, Sabtu (3/4).

Menurutnya, keberagaman di NTT menjadi contoh yang menarik karena ada kerukunan antara sesama umat beragama. Ia berpendapat, peristiwa bom yang terjadi beberapa waktu lalu tidak menghalangi niat merayakan Paskah di Nusa Tenggara Timur.

Hal itu dilihat Sigit Prabowo sebagai modal besar untuk NTT dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dia mengaku, kerukunan tersebut ada karena solidaritas satu agama dengan agama lain, dan juga satu suku dengan suku lainnya, masih terpelihara dengan baik di NTT.

Hal tersebut, jelas Kapolri, menjadi modal besar bagi pembangunan di NTT yang akan berdampak besar pula bagi kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya . Hal ini jadi modal untuk bangsa Indonesia dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” Jelasnya.

Dia merasa yakin bahwa NTT akan terus bertumbuh karena potensi yang dimiliki. Sebab, selain kerukunan agama yang masih terjaga, NTT juga dirasa menjadi tempat paling baik dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.

Kunjungannya ke Gereja St. Yoseph Naikoten guna memastikan bahwa rangkaian ibadah Paskah berjalan tanpa gangguan keamanan.

“Dari sisi keamanan, pengamanan dari Polri, TNI, Banser, selalu mengamankan dari tadi pagi, kemarin, hari ini dan sampai seluruh rangkaian Paskah yang ada,” Tandasnya.

Setelah kunjungannya di Gereja St. Yoseph, Kapolri mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTT, Pemimpin Gereja, TNI/Polri dan Pemerintah yang sudah berusaha menjaga keamanan perayaan Paskah.

Kapolri meninggalkan Gereja St. Yoseph pada pukul 15.30 Wita. Rombongan Forkopimda Provinsi NTT langsung mengantarnya menuju Bandara El Tari Kupang untuk kembali ke Jakarta. (yan/ol)