Karyawan Bank NTT Ikuti Pelatihan Marketing

berbagi di:
foto-hal-09-pelatihan-tenaga-marketing-bank-ntt-edisi-190220

Suasana pelatihan tenaga marketing Bank NTT di kantor pusat Bank NTT Jl. WJ Lalamentik Kupang, kemarin. Foto: Rafael/VN

 

 

Rafael L. Pura

Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT), terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para karyawannya terutama tengga marketing, agar tetap eksis dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

Untuk mewujudkan ini, Bank NTT menggandeng perusahaan marketing ternama MarkPlus Institute untuk memberikan pendidikan dan pelatihan.

Kegiatan dilaksankan selama lima hari kedepan, dimulai sejak Senin (17/2) sampai Jumat (21/2) mendatang. Selama pelatihan, para tenaga marketing didampingi ahli bidang marketing dari MarkPlus Institute, Eka J Budiman.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho mengatakan, pendidikan dan pelatihan diberikan kepada tenaga marketing, agar kedepan Bank NTT tetap eksis dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

“Di era konvensi ini, kita membutuhkan SDM yang mumpuni. Salah satu langkah yang kita lakukan adalah penguatan SDM lewat model-model pendidikan marketing seperti yang dilakukan Bank NTT saat ini,” kata Aleks.

Aleks menyebut, pendidikan dan pelatihan itu, hanya langkah awal dari berbagai upaya untuk meningkatkan SDM tenaga merketing mereka. Para merkering itu, nantinya akan mengikuti kegiatan lanjutan dari rangkaian proses ini.

Berbagai pendidikan dan pelatihan lanjutan yang akan diikuti para tenaga marketing itu, sebut Aleks, seperti workshop, magang dan studi banding. Semua rangkaian proses ini, tak lain adalah untuk menambah wawasan, pengalaman dan skill mereka.

Aleks berharap, semua tenaga marketing yang terlibat dalam proses pelatihan itu, mengikutinya dengan seksama, agar ilmu yang diberikan bisa terserap untuk kemudian diimplementasikan di lapangan.

“Diharapkan teman-teman memahami potensi daerahnya masing-masing, melakukan strategi marketing yang tepat, dan bisa memberikan kinerja terbaik pasca mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Kepala Divisi Dana Bank NTT, Endry Wardono, menambahkan MarkPlus Institute dipilih menjadi fasilitator untuk kegiatan training karena memiliki track record yang baik dan merupakan perusahan ternama di Indonesia.

Endry mengatakan, dengan mempertimbangkan berbagai kesuksesan lembaga tersebut, sampai-sampai-sampai Presiden Jokowi, yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai Presiden RI, memakai MarkPlus Institute sebagai salah satu konsultannya.

“Jadi menurut kami, MarkPlus Institute merupakan perusahan yang mumpuni untuk proses training ini,” ujarnya.

Endry juga menyampaikan, pihaknya diberi target pendapatan Rp3 triliun. Diharapkan, penguatan SDM tenaga marketing bisa berkontribusi besar terhadap pencapaian target tetsebut.

“Diharapkan kita bisa mencapai target yang sudah ditetapkan. Target kita tahun ini Rp3 triliun,” ujarnya.

Fasilitator MarkPlus Institute, Eka J Budhiman, menjelaskan training lebih difokuskan pada penjualan atau selling.

“Bagaimana kita melakukan penjualan. Bagaimana kita berhadapan dengan klien. Jadi selama dua hari ini kita belajar tentang penjualan. Diharapkan tenaga marketing Bank NTT semakin top kedepan,” sebutnya.

Kegiatan training tahap pertama ini diikuti 38 peserta marketing dari seluruh cabang di NTT. Tahap kedua, direncanakan akan digelar bulan Maret 2020 dan melibatkan lebih dari 40 peserta tenaga marketing. (mg-03/E-1)