Karyawan RSUD Naibonat Kecelakan Kerja Ditanggung BP Jamsostek NTT

berbagi di:
img-20200806-wa0044

PIHAK BP Jamsostek NTT berkunjung ke Rumah Sakit Siloam Kupang untuk melihat kondisi Maks Yames Atimeta yang merupakan Perserta BP Jamsostek yang bekerja sebagai Tenaga Honorer RSUD Naibonat.

Maks Yames mengalami kecelakaan kerja saat perjalanan pulang kerja dari RSUD ke rumahnya di Jl Noelbaki, Kabupaten Kupang, Kecelakaan yang terjadi pada tanggal 31 JuniĀ  2020 yang lalu mengakibatkan Maks Yames harus terbaring di rumah sakit.

“Maks Yames merupakan peserta aktif BP Jamsostek NTT dan insiden yang dialaminya masuk ke dalam kategori Kecelakaan Kerja sehingga seluruh biaya perawatannya menjadi tanggung jawab BP Jamsostek sampai sembuh, selain itu, Maks Yames berhak mendapatkan santunan sementara tidak mampu bekerja selama masa pengobatan, dan diharuskan istirahat dari Dokter,” ujar Kepala Bidang Pelayanan BP Jamsoste NTT Valera Irene Naben, Kamis, (6/8).

Sebelumnya, Maks Yames dibawa ke Puskesmas Tarus untuk mendapat perawatan medis. Namun kondisi yang sangat mengkhawatirkan mengharuskan ia dirujuk ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Sebagai informasi, Maks Yames mendapatkan dukungan dan pelayanan yang maksimal oleh Rumah Siloam yang merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Saat ditemui pihak BP Jamsostek bersama dengan Direktur RSUD Naibonat, dan ia berharap mampu kembali beraktivitas seperti sediakala sehingga bisa berkontribusi bagi Rumah Sakit Umum Daerah dan orang di sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Erol Nenobais memberikan apresiasi kepada
BPJamsostek NTT atas perhatian dan tanggap dalam menangani kasus kecelakaan kerja yang dialami oleh Sdr Maks Yames yang merupakan Tenaga Honorer RSUD Naibonat.

“Musibah yang telah terjadi ini seharusnya menjadi perhatian bagi kita semua, bahwa risiko kecelakaan kerja dapat menimpa kita kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, negara hadir melalui BP Jamsostek untuk memastikan seluruh pekerja memiliki perlindungan jaminan sosial,” jelas Armada Kaban, kami selalu mendukung BP Jamsostek untuk terus meningkatkan manfaat dan jangkauan pelayanannya sehingga akan semakin banyak pekerja yang terlindungi,” kata Dr Erol
Nenobais.

“Inilah wujud kehadiran negara bagi masyarakat NTT yang mengalami
risiko kecelakaan kerja,” tambahnya.

Berkaca dari kecelakaan yang dialami Maks Yames, BP Jamsostek bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten se-NTT menghimbau pelaku usaha dan masyarakat di Provinsi NTT untuk melindungi dirinya dan tenaga kerjanya.

 

“Janganlah kiranya kita mewaris Kemiskinan kepada keluarga kita,” katanya. (*/ol)