Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Penyidik sementara Ambil Keterangan Saksi Ahli

berbagi di:
img-20201130-wa0039

 

Iptu Yames J Mbau
PS Kasat Reskrim Polres Rote Ndao

 

 

 
Frangky Johannis

 

 
Perkembangan penanganan kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial Facebook yang diposting AR, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Rote Ndao, juga menjadi pertanyaan peserta Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik tingkat Kabupaten, di aula Videshy-Nusaklain, Senin (30/11).

Menjawab pertanyaan tersebut, Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermato yang diwakili Ps Kasat Reskrim Iptu Yames J Mbau, di hadapan para peserta menjelaskan bahwa kasus dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan kelompok pemuda Rote Ndao, telah ditindaklanjuti dengan pemanggilan AR untuk dimintai keterangan pada Rabu (26/11) petang.

Menurut Iptu Yames, proses penanganan yang dilakukan aparat kepolisian Polres Rote Ndao masih dalam tahap penyelidikan (lid). Di mana saat ini anggota Satreskrim sementara mengambil keterangan saksi ahli pidana dan ahli bahasa di Kupang.

“Saat ini sementara dimintai keterangan saksi ahli pidana dan ahli bahasa di Kupang. Kita masih tunggu hasilnya seperti apa, barulah bisa ditentukan stuatus kasusnya,” kata dia.

Yames menambahkan, setelah anggota kembali dari pengambilan keterangan saksi ahli, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi dan terduga, selanjutnya dilakukan gelar perkara.

“Jika dalam gelar perkara nantinya memenuhi unsur tindak pidana, maka selanjutnya prosesnya akan dinaikkan ke tingkat penyidikan, dan yang bersangkutan pastinya ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia.

Ia berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada kepolisian karena yang pasti penyidik Polres akan bekerja serius dan profesional menangani kasus ini.

Sekda Rote Ndao Jonas M Selly yang dikonfirmasi mengatakan, jika dibaca postingan AR memang itu mangandung unsur provokasi. Namun dengan menjunjung asas praduga tak bersalah, pihaknya masih memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk klarifikasi dan menjelaskan kepada tim Inspektorat.

Dikatakan Sekda, sebagai ASN harus berpedoman pada kode etik dan perilaku ASN. Ketika keluar dari situ, maka akan dikenakan sanksi pembinaan disiplin sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil

Bupati Rote Ndao, kata dia, sudah memerintahkan kepada Inspektorat untuk membentuk tim untuk melakukan pemeriksa terhadap yang bersangkutan. Sehingga, jika dalam pemeriksaan Inspektorat ditemui adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum AR, maka akan dikenakan hukuman disiplin sebanding dengan tindak indisipliner yang dilakukannya.

Terpisah, Inspektur Kabupaten Rote Ndao Arkalaus Lenggu yang dikonfirmasi menjelaskan, menindaklanjuti perintah Bupati Rote Ndao Jonas M Selly, pihaknya sudah membentuk Tim Pemeriksa dan instrumennya untuk melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku AR.

” Jika instrumen sudah lengkap, maka tim segera dilakukan peneriksaan khusus terhadap yang bersangkutan,” katanya singkat. (yan/ol)