Kasus Pembobolan Bank NTT, Stefanus Sulayman dapat 75 Persen

berbagi di:
BERI KETERANGAN: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) didampingi Kejati NTT, Dr Yulianto memberikan keterangan saat kunjungan silaturahmi di Kejati NTT, Senin (6/7) lalu. (Foto:Nahor Fatbanu

BERI KETERANGAN: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) didampingi Kejati NTT, Dr Yulianto memberikan keterangan saat kunjungan silaturahmi di Kejati NTT, Senin (6/7) lalu. (Foto:Nahor Fatbanu)

 

Mickael Umbu

KASUS dugaan korupsi “pembobolan” dana Bank NTT Cabang Surabaya sebesar Rp149 miliar yang dilakukan oleh tujuh orang pebisnis, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Rabu (29/7) siang secara virtual.

Dari tujuh pengusaha (pebisnis), hanya empat orang yang menjalani sidang perdana kemarin, Yaitu Loe Mei Lien alias Indrasari, William Kondrata, Siswanto Kondrata dan Ilham Nurdiyanto. Keempat terdakwa melakukan pinjaman dengan nilai yang berbeda.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wari Juniati didampingi hakim anggota Ikrernieka Fau dan Ibnu Kholik itu, terungkap bahwa terdakwa Stefanus Sulayman (SS) tampil sebagai “penghubung” bagi keenam pengusaha (debitur) dengan pihak Bank NTT Cabang Surabaya.

Dalam dakwaan yang dibacakan Tim JPU Hendrik Tiip dan Heri Franklin, diketahui bahwa terdakwa SS mempertemukan para terdakwa dengan Didakus Leba (terdakwa lain) dan mereka mengajukan permohonan pinjaman masing-masing Rp10 miliar dengan kesepakatan antara para terdakwa dengan Stefanus Sulayman.

“Kesepakatan itu yakni untuk Stefanus mendapat 75 persen dana kredit dan para terdakwa (empat terdakwa) masing-masing mendapat 25 persen dana kredit,” ujarnya.

Tujuh orang pembobol dana fasilitas kredit modal usaha di Bank NTT Cabang Surabaya tersebut, diduga telah merugikan negara Rp127 miliar.
Penasehat hukumm terdakwa George Nakmofa mengatakan, tidak mengajukan eksepsi dan melanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi.

“Kita tidak ajukan eksepsi, tetapi untuk berkas perkara para terdakwa bisa disalin untuk pembelaan,” Kata George.

Usai pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim Ketua Wari mengatakan sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan.

“Sidang lanjutan dilaksanakan pada Rabu (5/8) pagi dengan agenda pemeriksaan saksi,” Kata Hakim Ketua.

SS ditangkap Tim Intel Kejaksaan Tinggi NTT melakukan penangkapan terhadap SS dengan dukungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Surabaya, di Hotel Ceraton, Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
SS ditangkap karena tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik tindak pidana korupsi Kejati NTT.

Proses penangkapan Stefanus Sulaiman sempat alot, karena menolak ditangkap. “Tersangka diamankan hingga dibawa ke Kupang pada Minggu pagi, 28 Juni 2020,” katanya.

Dia membeberkan, berdasarkan penghitungan kerugian negara dalam kasus korupsi penyaluran fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya Rp126 miliar. Namun kini bertambah menjadi Rp127 miliar. (R-4/ol)