Kasus Pengalihan Lahan Hypermart, Estimasi Kerugian Negara Rp12 Miliar

berbagi di:
foto-hal-01-shirley-manutede

 

Shirley Manutede
Kajari Kabupaten Kupang

 

 

 
Michael Umbu

 
KEJAKSAAN Tinggi NTT terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi penguasaan aset milik Pemerintah Kabupaten Kupang berupa tanah kepada pihak ketiga yang kini telah dibangun pusat perbelanjaan Hypermart yang terletak di jalan Frans Seda, Kota Kupang.

Penyidikan terus berlanjut hingga pada Rabu (9/9) telah dilakukan ekspose oleh Kejati dan dari hasil ekspose tersebut diperoleh estimasi kerugian negara sekitar Rp12 miliar.

“Kemarin itu, sudah ekspose dan hasilnya estimasi kerugian negara mencapai Rp12 miliar. Tapi masih perlu dilakukan pendalaman untuk menghitung ulang apakah sama dengan penghitungan yang dilakukan oleh ahli penghitungan keuangan negara,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati NTT, Abdul Hakim d iruang kerjanya, Kamis (9/9) siang.
Abdul mengatakan, meski sudah ditingkatkan ke penyidikan dan dilakukan ekspose, namun belum ada penetapan siapa tersangka dalam kasus ini.

“Penyidik akan melakukan pendalaman lagi dan ini butuh waktu sekitar satu bulan sesuai dengan surat penyidikan. Hal ini dilakukan untuk mencari siapa yang seharusnya bertanggungjawab dalam kasus ini,” jelasnya.

Ditanya lagi mengenai siapa saja calon tersangka dalam kasus ini, Abdul mengatakan, bisa saja dari saksi yang sudah diperiksa dinaikkan statusnya ke tersangka. Untuk itulah dilakukan pendalaman lagi guna memastikan siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus pengalihan lahan milik pemerintah tersebut.

“Pada tahapan penyidikan sudah pasti ada calon tersangkanya, nah ini yang harus kita dalami lagi. Bisa saja saksi yang sudah diperiksa menjadi tersangka setelah ada bukti-bukti yang menguatkan,” ucap dia.

Abdul juga membeberkan bahwa selain para saksi, calon tersangka dari kasus ini bisa saja dari kalangan pejabat, pihak swasta maupun pihak terkait lainnya.

Ia berjanji setelah dilakukan pendalaman lagi kasus ini sekitar sebulan, pihak Kejati NTT akan mengumumkan siapa tersangkanya.

“Setelah tahu siapa yang harus bertanggungjawab pasti kita akan publikasi,” katanya.

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede mengatakan, pihak masih memeriksa saksi-saksi terkait penyidikan kasus pengalihan aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Kupang.
Menurut Shirley, saksi-saksi yang sudah diperiksa yakni pejabat Pemerintah Kabupaten Kupang dan manajemen Hypermart Store Kupang.

“Ada tim ahli dan tim pelelangan, termasuk mantan Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut selaku ketua tim pelelangan atau penilai lahan Hypermart Store Kupang,” pungkasnya. (mg-07/R-4/yan/ol)