Kasus Pengeroyokan di TTS segera Naik Status Penyidikan dan Penetapan Tersangka

berbagi di:
img-20201120-wa0024

 

Yeri Yos Fallo
Ketua Pospera TTS

 

 

 
Megi Fobia

 

 
SETELAH memeriksa para pelaku pengeroyokan terhadap korban Albinus Faot, Amin Faot dan Acasio Alfonso yang dilaporkan ke Polsek Amanuban Selatan dengan terlapor Kepala Desa Batnun Antonius Lekiwatu, Sekretaris Desa Yandres Tanesib, RT Thomas Kase dan Arni Kase, Yeri Nabuasa, Agus Faot dan Meri Pitai, maka Kapolsek Amanuban Selatan Ipda I Made Sudarma Wijaya diminta segera tetapkan para pelaku sebagai tersangka kasus pengeroyokan tersebut.

“Yang dilaporkan itu Kepala Desa, Sekretaris dan perangkat desa lainnya dan karena sudah berhasil periksa para pelaku, maka harus segera tetapkan sebagai tersangka,”Pintah anggota DPRD TTS, Gustaf Nabuasa dan Ketua Pospera TTS Yeri Yos Fallo kepada VN melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (20/11).

Para pelaku yang dilaporkan oleh ketiga korban pengeroyokan tersebut harus diproses hukum, sebab melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat yang semestinya dilindungi, apalagi dibiarkan oleh Kades Antonius Lekiwatu agar para pelaku terus melakukan pengeroyokan terhadap Albinus Faot dan Amin Faot di Kantor Desa Batnun.

Lebih miris lagi, kedua korban itu dikeroyok di depan seorang kepala desa tetapi dibiarkan saja. Setelah keduanya dikeroyok, Kepala Desa Antonius Lekiwatu perintahkan perangkatnya membongkar rumah warga tersebut, yang jika dimasukan ke hukum, maka Kades Antonius Lekiwatu dikenakan pasal pembiaran dan pengurusakan.

Ketua Pospera TTS Yeri Yos Fallo mengatakan perangkat desa bukan penegak hukum yang dengan kewenangannya melakukan pembongkaran rumah warga, oleh karena itu para pelaku itu harus segera ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya masih diluar TTS, nanti saya kembali maka Pospera TTS akan datangi Polsek untuk tanyakan perkembangan dan mendesak untuk segera tetapkan tersangka karena para pelaku sudah diperiksa,”Ucapnya.

Yeri Fallo mengakui Pospera TTS sudah meyakini bahwa kasus tersebut akan menyeret tersangka. Namun, kepala desa Batnun Antonius Lekiwatu juga harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut karena membiarkan perangkatnya keroyok korban bahkan membongkar rumah warga.

Selain itu, korban Acasio Alfonso sesuai laporannya bahwa Kades Antonius Lekiwatu juga ikut mengeroyok di Nifu’o saat membongkar rumah mertuanya Albinus Faot.

Kapolsek Amanuban Selatan Ipda I Made Sudarma Wijaya melalui Kanitres Ipda Mustafa Ahmad mengatakan bahwa keenam pelaku pengeroyokan yang dilaporkan ketiga korban tersebut sudah diperiksa pada Kamis (19/11) kemarin.

Setelah pemeriksaan terhadap keenam pelaku itu, Mustafa mengatakan akan digelar perkara untuk naik penyidikan dan penetapan tersangka, karena para pelaku tidak lagi dimintai keterangan sebagai saksi. Sebab harus gelar perkara agar naik ke penyidikan. (Yan/ol)