Kebakaran Hutan, Ganggu Jaringan Listrik di Lembata

berbagi di:
Kebakaran hutan mengganggu jaringan listrik di Lembata.

 
Hiero Bokilia

Kebakaran hutan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhoir di Lembata, Nusa Tenggara Timur berdampak pada gangguan jaringan listrik di Lewoleba, Lembata. Akibatnya, pemadaman listrik sering terjadi karena sejumlah peralatan proteksi mengalami gangguan.

Demikian dikatakan Manajer PT PLN Rayon Lembata Patriaius Homo menjawab VN, Sabtu (30/9) malam.

“Lebih dominan jaringan kita terganggu karena ada pohon tumbang kena jringan. Ada juga karena masyarakat yang bakar hutan dekat jaringan, sehingga beberapa peralatan proteksi kami onar,” kata Tarsisius.

Jalur yang sering mengalami gangguan yakni jalur Hadakewa di Onga, Desa Waowala Ile Ape, arah Watodiri, Lite, dan Baolangu. Di dalam wilayah Kota Lewoleba pun banyak pohon yang berada terlalu dekat dengan jaringan yang belum dapat dibersihkan.

“Seharusnya ROW atau jarak aman kabel 20 KV adalah tiga meter. Tapi yang ada sekarang parah,” tegasnya.

img-20170930-wa0015-3

Melihat hal ini, Tarsisius mengaku pihaknya sudah bersurat ke seluruh lurah dan kepala desa untuk mengimbau masyarakat agar merelakan pohon yang tumbuh dekat jaringan untuk ditebang. Selama ini PLN telah menjadwalkan melakukan pembersihan tanaman di dekat jaringan setiap Sabtu.

“Yang menjadi persoalan adalah seringkali kami terkendala karena di beberapa titik warga menolak untuk (pohonnya) ditebang, sehingga sering terjadi gangguan di tempat yang sama,” paparnya.

Menurutnya, minggu lalu dalam rapat pencegahan dan penanggulangan kebakaran bersama Satpol PP, ia telah mengusulkan perlunya diterbitkan peraturan daerah (Perda) tentang pembebasan pohon yang dekat jaringan listrik. Terhadap usulannya itu, bidang terkait akan mengupayakannya untuk diusulkan ke DPRD Lembata.

Pantauan VN, Kota Lewoleba pada Sabtu malam lalu sempat gelap total akibat pemadaman listrik secara tiba-tiba itu. Pemadaman berlangsung lebih dari satu jam menyebabkab aktivitas masyarakat menjadi terhambat.

Sejumlah warga menyesalkan adanya pemadaman yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan.

Aktivitas pembersihan pohon yang tumbuh dekat jaringan listrik dan mengenai jaringan.

Yos Balagego, warga Berdikari, Kota Lewoleba kepada VN mengatakan, seharusnya jika melakukan pemadaman, manajemen PLN harus mengumumkan kepada masyarakat agar ada persiapan. Jika pemadaman secara tiba-tiba maka akan sangat merugikan. “Kita kangaranga cari lilin po kalau mati tiba-tiba begini,” katanya.

Terkait masih banyaknya pohon yang tumbuh di dekat jaringan, ia meminta PLN saat melakukan pembersihan melibatkan aparat pemerintah seperti Satpol PP dan Linmas. Sehingga, mereka bisa membantu melakukab pebdekatan dengan masyarakat pemilik pohon. PLN juga harus melibatkan pemerintah setempat seperti RT sehingga meningatkan warganya supaya merelakan tanamannya dibersihkan.

“Kita nih butuh listrik. Kalau mereja tidak mau pitong pohon kasih mati saja listrik di mereja punya rumah,” tegasnya.