Kecil Kemungkinan Akan Ada Organisasi HTI di NTT

berbagi di:
ilustrasi HTI

Megi Fobia

 

 

 

 

Ketua Tim Penguatan Kontra Radikalisme yang juga Kasubag Pelayanan Pengaduan Devisi Humas Polri, Allegrina R Surviva, mengatakan kecil kemungkinan akan ada organisasi radikalisme atau organisasi HTI di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dibuktikan dengan kerukunan antar umat beragama yang dibangun di NTT sangat kuat khususnya Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

 

Kepada VN di Polres TTS, Selasa (22/8), Ketua tim I Giat Penguatan Kontra Radikalisme Bersama Tokoh Agama dan jajaran Polres TTS, Allegrina R Surviva mengatakan Polri mengapresiasi kerukunan antar umat beragama di NTT, lebih khususnya di TTS. Menurutnya. kedatangan pihaknya ke TTS untuk mengetahui sejauhmana komunikasi antar Polres dengan masyarakat terutama soal paham radikalisme.
“Tadi malam (Senin malam) kami tiba di Soe, kami bicara banyak soal penanganan paham radikalisme, tetapi yang perlu diapresiasi adalah toleransi antar umat beragama yang begitu kuat, ini patut dicontohi, sebab pimpinan umat beragama yang terdiri dari, pendeta, klasis, frater, romo, haji maupun dari agama Hindu sudah stand by¬†dan kami sama-sama ke mesjid. Ini artinya toleransi antar umat beragama di TTS sangat kuat. Kami sudah buat ikrar bahwa NKRI harga mati,” ujarnya.
Menurutnya bila pimpinan umat beragama bersatu, maka akan bebas dari kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan NKRI.
“Kita harus jaga keutuhan bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, setelah melakukan ceramah di Polda NTT, Kapolda NTT mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dengan pendatang baru. Langkah yang diambil oleh Kapolda bersama Kapolres di NTT tepat sehingga keamanan tetap terjalin hingga saat ini.
“Kapolda melalui Kapolres sudah meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika ada pendatang baru,”kata dia.
TTS Bebas Radikalisme
Sementara itu, Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, menjelaskan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Devisi Humas Polri adalah penangkalan radikalisme, namun saya mau tegaskan bahwa masyarakat TTS bebas dari organisasi radikalisme, TTS anti radikalisme, TTS anti HTI.
Meski demikian, Totok mengakui selalu waspada dan meminta masyarakat untuk mengantisipasi pergerakan organisasi yang menghancurkan negara.
“Sampai saat ini TTS bebas organisasi HTI, tetapi kita tetap mewaspadai. Polisi tetap merangkul semua pimpinan antar umat beragama,”katanya.