Kehadiran BEI di NTT Pertanda Lompatan Ekonomi

berbagi di:
bursa-efek-indonesia

 

 
Polce Siga
Sesuai rencana, 12 November 2019, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTT mulai resmi beroperasi. Kehadiran BEI yang berkantor di Jalan WJ Lalamentik Kupang itu, sebagai tanda lompatan ekonomi di NTT yang saat ini memasuki era industri Four Point Zero (4.0).

“Dengan hadirnya BEI di Kupang, NTT adalah suatu harapan sekaligus kebanggaan. Harapan dan kebanggaan karena kita sudah masuk pada era Industri 4.0. Bahkan sebentar lagi banyak negara dan bisnis sudah masuk dalam society 5.0 (Era masyarakat five point zero),” tandas mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang, Dr. Thomas Ola Langoday yang dihubungi VN, dari Kupang, Kamis (17/10).

Thomas mengatakan, dalam era industri 4.0, semua transaksi dilakukan secara online. Menurutnya, era online ini sangat menghemat, sekaligus memberi nilai tambah bagi para pelaku ekonomi yang sudah siap.

“Sementara para pelaku ekonomi yang belum siap akan ditindas oleh sistem itu sendiri.

Hadirnya BEI di NTT adalah bagian lain dari industri 4.0. Pertanyaannya, seberapa banyak orang NTT yang bermain di BEI? “Bagi para pemilik modal ini adalah lompatan mengakumulasi nilai tambah bagi bisnisnya,” ungkap Wakil Bupati Lembata ini.

Thomas menambahkan, bagi UMKM yang belum siap ini juga adalah lompatan untuk mulai masuk ke era industri 4.0 dan berarti menjadi proses pembelajaran serta proses peningkatan kapasitas pelaku ekonomi.

“Persoalannya ada di sini. Pelaku ekonomi menengah dan besar mengakumulasi nilai tambah yang semakin besar. Sementara pelaku ekonomi kecil baru memasuki tahan awal dan pembelajaran di era industri 4.0,” kata Thomas.

Thomas menuturkan, tidak tertutup kemungkinan bahwa kini ratio antarpelaku bisnis di NTT akan semakin besar. Jika edukasi dan aksi pelaku ekonomi kecil akan berlahan-lahan maju atau stagnan.

“Selamat datang BEI di NTT. Selamat kepada pelaku ekonomi yang bermain di era industri 4.0. Dan selamat menyiapkan diri memasuki era masyarakat 5.0,” katanya.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTT, Bobby Pitoby yang dihubungi VN kemarin mengatakan, kehadiran BEI di NTT tentunya memudahkan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Apalagi selama ini informasi melalui BEI hanya bisa diakses melalui online.

“Ini sangat bagus sekali, karena sekarng kita orang NTT juga bisa akses ke pasar saham terbuka. Selama ini informasi mengenai BEI hanya didapat melalui online, tapi dengan adanya perwakilan di sini, masyarajat NTT bisa menanyakan langsung ke perwakilan, karena tidak semua orang punya akses online,” katanya.

Selain itu, kehadiran BEI di Kupang juga akan meningkatkan partisipasi masyarakat NTT di BEI yang bisa membawa berkah ekonomi bagi mereka yang tekun. Masyarakat sudah bisa menginvestasikan dana di bank dan lainnya termasuk BEI.

“Investasi dana entah di bank, BEI dan lain-lain adalah hal yang baik. Ini juga akan mengubah gaya hidup kita untuk tidak boros sembarangan,” ujarnya.
4.829 Investor
Sementara itu, Devi perwakilan BEI NTT mengatakan, sampai saat sudah 4.829 yang terdaftar dan BEI dan bermain di pasar modal. Menurutnya, angka tersebut membuat BEI memutuskan membuka perwakilan di NTT.

“Betul ada 4.829 tersebar di seluruh NTT (Data KSEI per 30 September 2019). Itu salah satu alasan kami hadir di NTT. Terbanyak di Kota Kupang, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Belu,” katanya.

Ia mengatakan, pelaku ekonomi yang berinvestasi di pasar modal itu rata-rata investor muda. Adapun para investor juga berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar. (pol/R-4)