Kejati Janji Usut Monumen Pancasila setelah NTT Fair

berbagi di:
foto-hal-01-cover-090519-headshoot-abdul-hakim

 

Kekson Salukh

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjanji akan mengusut indikasi korupsi dana proyek pembangunan gedung Monumen Pancasila setelah penuntasan penyidikan kasus korupsi dana proyek NTT Fair. Pengusutan kasus Monumen Pancasila akan dilaksanakan setelah berkas BAP enam tersangka kasus Fair dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan itu kepada VN di kantornya, Rabu, (3/7).

Menurutnya, saat ini Kejati NTT masih fokus pada penanganan kasus korupsi NTT Fair. Setelah kasus NTT Fair selesai, barulah Kejati NTT akan mengusut dugaan korupsi dana pembangunan gedung Monumen Pancasila.

Pengusutan terhadap kasus pembangunan gedung Monumen Pancasila, kata Abdul, karena Kejati NTT kekurangan tenaga jaksa penyidik . Saat ini semua jaksa dilibatkan dalam tim penyidik kasus NTT Fair yang menyeret enam tersangka.

“Kita urus dulu NTT Fair. Kalau sudah P-21, baru kita masuk lagi ke Monumen Pancasila karena kita kekurangan jaksa. Semua jaksa lagi sibuk urus NTT Fair. Kita pasti usut kasus Monumen Pancasila juga,” tegasnya.

Ia mengatakan, untuk kasus NTT Fair, kemungkinan besar dari enam tersangka itu dibuatkan dalam empat BAP. Ada dua tersangka dimasukkan dalam satu BAP, yakni kontraktor pelaksana dan pemilik bendera perusahaan yang dipakai kontraktor. Sedangkan empat tersangka lainnya masing-masing satu BAP.

“Kemungkinan empat BAP karena KPA pasti sendiri, PPK satu BAP juga, kontraktor dua orang pasti satu BAP, manager konsultan juga kemungkinan digabung menjadi satu BAP,” jelasnya.

Abdul menambahkan, saat ini jaksa penyidik sedang meneliti kembali BAP para tersangka. Jika semua berkas lengkap maka akan segera dilimpahkan ke pengadilan dalam waktu dekat.

Aspidsus Kejati NTT, Sugiyanta saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan hal yang sama. Ditegaskannya bahwa saat ini jaksa penyidik maupun jaksa Pidsus semua disibukan dengan penanganan kasus NTT Fair sehingga setelah kasus NTT Fair barulah dilanjutkan dengan menyelidiki kasus Monumen Pancasila.

“Kami selesaikan dulu NTT Fair baru masuk ke Monumen Pancasila,” ucapnya.