Kejati Kawal Lanjutan Proyek Monumen Pancasila

berbagi di:
foto-hal-01-abdul-hakim

Abdul Hakim
Kasi Penkum Kejati NTT

 

 
Simon Selly

 
KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) NTT mendukung langkah Pemerintah Provinsi NTT melanjutkan pembangunan Monumen Pancasila senilai Rp29 miliar di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Proyek yang sempat mangkrak sejak tahun 2018 tersebut, kini dalam pembangunan lanjutan oleh kontraktor pelaksana PT Erom.

“Selain mendukung, kita juga terus mengawal perkembangan dari pengerjaan lanjutan Monumen Pancasila,” ungkap Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTT Abdul Hakim kepada VN melalui sambungan ponsel, Minggu (11/10).

Ditegaskannya bahwa sikap Kejati mendukung kelanjutan proyek tersebut atas pertimbangan asas manfaat. Monumen Pancasila itu akan menjadi destinasi pariwisata baru yang menarik.

“Seperti yang sudah pernah disampaikan oleh Bapak Kajati bahwa yang kita lihat itu asas manfaatnya sehingga boleh dilanjutkan. Akan xztetapi jika tidak sanggup untuk melanjutkan maka proses penanganan hukum juga akan terus berjalan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dengan kembalinya pembangunan Monumen Pancasila tidak menggangu proses hukum, hal tersebut nantinya akan dilihat kembali.

“Kejati NTT tidak akan menghalangi proses pembangunannya. Kita dukung untuk diselesaikan. Untuk itu dalam penanganan hukumnya juga kita tidak akan menghalangi,” terangnya.

Selain itu, Abdul juga menyampaikan, setelah selesai pembangunan, Kejati akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktornya. “Jika dalam proses pengerjaan dari awal hingga akhir terdapat kerugian negara maka langsung dilakukan penyelidikan lanjutan, kita akan lihat setiap segmennya. Jika salah segment ada kerugian negara yang ditimbulkan maka proses penyelidikan akan dilakukan,” jelasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum PT Erom Laurens Mega Man menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Monumen Pancasila sedang berlangsung. Dan PT Erom, siap menjalankan tugas yang diberikan pemerintah Provinsi NTT, untuk melanjutkan pembangunan.

“Mereka sudah mulai bekerja di lapangan dan berharap PT Erom, dapat memenuhi ekspektasi Pemprov,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, waktu yang diberikan empat bulan sehingga PT. Erom akan berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT Maxi Nenabu, mengatakan, Pemprov NTT telah melakukan koordinasi dengan Kejati NTT, Inspektorat Provinsi dan Biro Hukum Setda NTT dan memutuskan untuk melanjutkan penyelesaian pembangunan Monumen Pancasila.

“Penyelesaian pembangunan Monumen Pancasila dilanjutkan tanpa menggunakan dana APBD. Rekanan diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan dana yang telah diterima 100 persen dari proyek itu,” tegas Maxi. (S-1/yan/ol)