Kekeringan Sabu Raijua Mengkhawatirkan BPBD Usulkan 500 Tangki Air Bersih Ke BNPB

berbagi di:
Seorang anak kecil warga Sabu Raijua memikul air yang dibagikan oleh BPBD setempat untuk dibawa ke rumahnya. Gambar diabadikan akhir pekan lalu. Yulius Boni Geti/VN

Seorang anak kecil warga Sabu Raijua memikul air yang dibagikan oleh BPBD setempat untuk dibawa ke rumahnya. Gambar diabadikan akhir pekan lalu. Yulius Boni Geti/VN

 

Yulius Boni Geti

Kekeringan panjang yang berdampak pada minimnya ketersediaan air bersih di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur sudah masuk pada tahap sangat mengkhawatirkan. Warga di hampir seluruh kecamatan sudah sangat kesulitan mendapatkan air bersih.

Menyikapi hal itu, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua telah mengajukan porposal bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan bantuan 500 unit tangki air bersih.

Demikian disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sabu Raijua Pieter Mara Rohi kepada VN di ruang kerjanya, Sabtu (30/9).

Menurut Pieter, selain meminta air bersih sebanyak 500 unit tangki air, BPBD juga mengajukan usulan untuk bantuan profil tank sebanyak 249 buah masing-masing 149 buah ukuran 1.100 liter dan 100 buah ukuran 2.200 liter.

“Melalui APBD Perubahan kami juga telah mengusulkan bantuan (distribusi) air bersih sejumlah 1360 tangki dan telah disetujui (Dewan dan Pemerintah),” ungkapnya.

Ia menjelaskan, usulan ke BNPB sudah disampaikan dan saat ini pihaknya sedang menunggu persetujuan. Namun demikian jika tidak dijawab maka pada anggaran induk TA 2018 mendatang, maka akan diusulkan kembali sehingga Sabu Raijua mendapat bantuan dari BNPB.

“Kita lagi menunggu dan kita sangat berharap usulan dijawab oleh BNPB karena memang kita saat ini sangat membutuhkan. Dan yang kita minta untuk tiga bulan ke depan. Tapi apabila kita tidak dapat maka tahun depan kita akan usulkan kembali pada anggaran induk,” ujarnya.

Terkait usulan profil tank, lanjut Pieter, juga mendesak agar masyarakat bisa mendapatkan tempat penampungan air karena tidak semua masyarakat mempunyai bak penampungan. Dengan profil tank memudahkan masyarakat menampung air yang didistribusikan oleh pemerintah maupun air yang dibeli masyarakat secara patungan.

“Profil tank, kita akan prioritas bagi masyarakat yang tidak punya kemampuan untuk membeli. Kita akan identifikasi seluruh KK di Sabu Raijua yang benar-benar layak mendapatkan profil atau paling sedikit satu profil tank untuk beberapa keluarga guna menampung air,” katanya.

Dia juga mengapresiasi Pemerintah dan DPRD setempat yang menaruh perhatian serius terhadap kekeringan yang terjadi saat ini. Di mana anggaran untuk 1.360 rit tangki air yang disulkan dalam APBDP sudah disetujui dan akandistribusikan kepada seluruh desa/kelurahan yang ada di Sabu Raijua, dan Kecamatan Raijua akan mendapatkan 125 rit.
Puji BPBD
Wakil Ketua I DPRD Sabu Raijua Ruben Kale Dipa memberi apresiasi kepada BPBD yang dengan segala keterbatsan terus berupaya untuk melayani masyarakat dengan air bersih. Dia juga berharap BNPB bisa menerima usulan bantuan profil tank.

“Kita perlu memberi apresiasi kepada BPBD karena mereka terus memberikan layanan bantuan air bersih kepada masyarakat. Tidak hanya sebatas pada anggaran yang ada, tapi mereka dengan sukarela memberikan pelayanan di desa-desa yang benar-benar membutuhkan air,”katanya.

Ketua Komisi II Yusak Musa Robo meminta BPBD Sabu Raijua tahun depan mengajukan anggaran yang lebih banyak untuk mengatasi kekeringan di Sabu Raijua karena apabila usulan dananya terbatas, maka masyarakat akan lebih sengsara akibat ketiadaan air bersih.

“Bila perlu anggaran untuk bencana kekeringan ini jangan hanya Rp 1 miliar saja, bila perlu lebih. Apalagi tahun ini dalam anggaran induk hanya Rp 100 juta itu untuk apa? Malah dengan dana yang sangat kecil itu, tidak bisa berbuat banyak untuk masyarakat,” tandanya.

Dia berharap pemerintah membantu masyarakat dengan sepenuh hati sehingga jika usulan anggarannya kecil, maka bisa dianggap Pemerintah dan DPRD tidak sepenuh hati membantu masyarakat Sabu Raijua. “Kita dinilai masyarakat hanya bantu setengah hati kalau untuk bantuan air bersih saja hanya Rp 100 juta,” ujarnya.