Kelompok Peduli Transportasi Dukung Kehadiran KMP Komodo

berbagi di:
Kelompok Peduli Transportasi Dukung Kehadiran KMP Komodo

Pengurus KPTW saat bertemu Bupati Mabar,Agustinus Ch Dula di Kantor Bupati Mabar. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Kelompok Peduli Transportasi Wisata (KPTW) mendukung rencana PT. ASDP Indonesia mengoperasikan KMP Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur.

Hal ini disampaikan anggota KPTW saat bertemu Bupati Mabar Agustinus Ch Dula Rabu (24/10).

Pengurus KPTW Pater Marsel Agot,SVD mendukung transportasi wisata terjangkau bagi masyarakat Mabar. Selain berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), kehadiran KMP. Komodo juga sangat membantu masyarakat kecil yang belum pernah berwisata di area kawasan TNK.

Menurutnya, Pemkab Mabar memiliki tanggungjawab etis-konstitusional untuk memenuhi kebutuhan dasar warga masyarakat termasuk kebutuhan sarana transportasi wisata yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap kehadiran KMP Komodo bisa menyediakan transpirtasi wisata yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat serta wajib mempertimbangkan keselamatan ekologis seluruh ekosistem pada wilayah operasional kapal tersebut.

Sementara pengurus KPTW lain, Irenius Surya mengatakan polemik terkait kebijakan pengadaan sarana transportasi publik yang nyaman dan terjangkau ini merupakan salah satu momentum yang tepat untuk membenahi, menata dan memonitor sarana transportasi wisata di Mabar. Baik soal legalitas, rute maupun retribusi bagi pembangunan daerah Mabar.

Kebijakan pemerintah terkait sarana transportasi melalui KMP Komodo hendaknya akan menjadi model bagi penataan dan pengelolahan sarana transportasi wisata yang lain ke depan dengan mempertimbangkan kenyamanan bagi pengguna, tarif yang terjangkau, rute yang teratur, pengelolahan sampah yang tepat, keselamatan ekologis dan regulasi yang jelas.

Sementara Bupati Dula memastikan pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk kepentingan masyarakat Mabar.

Ia menambahkan kehadiran KMP.Komodo nantinya tidak akan mempengaruhi pasar bagi kapal wisata lokal di Labuan Bajo. Ia berjanji Pemkab Mabar akan menata kapal wisata yang berada di Labuan Bajo agar kapal wisata yang berada di Labuan Bajo memiliki area khusus untuk menambat perahu.

Sebelumnya, Asosiasi Kapal Wisata (ASKAWI) dan Forum Masyarakat Peduli Pariwisata (Formapp) menolak rencana PT.ASDP mengoperasikan KMP Komodo di perairan Labuan Bajo. Askawi dan Formapp beralasan kehadiran KMP.Komodo akan membunuh kelestarian Komodo serta mematikan usaha kapal wisata yang dikelola warga lokal. (bev/ol)