Keluarga Bissilisin Serahkan Tanah ke Pemprov

berbagi di:
foto-hal-01-gubernur-ntt-vbl

 

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menyaksikan penandatanganan berita acara penyerahan tanah seluas 250 hektare oleh keluarga Bissilisin ke Pemprov NTT, kemarin. Foto:Nahor/vn.

 

 

 
Yapi Manuleus

 

 
KELUARGA besar Bissilisin dari Desa Naikean di Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang meyerahkan tanah seluas 250 hektare (ha) di desa tersebut ke Pemprov NTT secara cuma-cuma untuk dikelola demi kemajuan masyarakat Semau ke depan.

Penyerahan secara simbolis berlangsung di aula kantor Gubernur NTT, Jumat (20/11) pagi, dengan penandatangan berita acara penyerahan tanah di hadapan notaris.

Tampak hadir Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Kupang Korinus Masneno, Plt Camat Semau Selatan Leksi Luther Pong, Kepala Desa Naikean Sefanya Patola, serta anggota keluarga besar Bissilisin.

Adapun pihak-pihak yang menandatangani berita acara penyerahan tanah dimaksud di antaranya Yakobus Bissilisin, Salmun Bissilisin, Daud Manasye Bissilisin.

Ikut tanda tangan Plt Camat Semau Selatan Leksi Luther Pong, Kades Naikean Sefanya Patola, Bupati Korinus dan Gubernur NTT.

Bupati Korinus dalam sambutannya, mengapresiasi kedua belah pihak yang secara sukarela menandatangani berita acara penyerahan tanah. Ia berharap tanah yang diserahkan secara cuma-cuma oleh warga itu, dimaksimalkan manfaatnya demi meningkatkan ekonomi warga setempat.

Gubernur VBL dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Bissnlisin yang menyerahkan tanahnya untuk diolah dan ditanami.

Tanah tersebut, kata dia, jika diolah dengan baik, maka akan terjadinya sumber kemiskinan. Sebab, bukan tanahnya yang “tidur” tapi manusianya yang tidur selama ini,” ujarnya.
Ia menegaskan kalaupun ada bidang tanah yang sedang disengketakan dua pihak atau lebih, tanah harus terus diolah dengan baik.

“Hari ini akte notaris yang ditandatangani, nantinya kita akan proses di BPN untuk kita akan bagi tanah itu sesuai dengan kesepakatan. Sehingga yang sudah ada rumah diatur sertifikatnya dengan baik sehingga semuanya mempunyai status hukum yang jelas dan tidak ada lagi masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Ia mengaku selain tuganya sebagai Gubernur juga sebagai Gugus Tugas Reforma Agraria. Sehingga pihaknya akan berusaha untuk membuat seluruh tanah memiliki dokumen kepemilikan yang lengkap.
Dia pun mengaku akan melanjutkan cita-cita dari pemberi kuasa yakni keluarga Bissilisin untuk menata kawasan tersebut menjadi tempat yang produktif bagi masyarakat Desa Naikean.

“Jalan di Semau paling lambat 2023 jalan lingkar Semau selesai. Jadi Selain Gubernur saya titip untuk pertahankan keaslian Semau untuk menjadi kekuatan pariwisata, baik budaya maupun alam,” jelasnya.

Sementara itu Yakobus Bissilisin kepada wartawan menuturkan bahwa tanah yang diserahkan ke Pemprov itu, dulu sekitar 1943 dibeli dengan harga Rp10.

Tanah tersebut Sehingga pihak keluarga pun menyerahkan status tanah tersebut kepada pemerintah provinsi untuk dikelola dengan adil demi kebaikan bersama. (D-1/yan/ol)