Keluarga Korban Meninggal Sel Minta Polisi Tegakkan Keadilan

berbagi di:
Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto

 

Megi Fobia

 

Keluarga almarhum Seprianus Nautani, tahanan yang meninggal dalam sel Polres TTS, Nusa Tenggara Timur meminta penyidik Polres TTS memproses kasus tersebut demi menegakkan keadilan. Oknum polisi yang diduga menganiaya korban harus diproses dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Demikian permintaan istri korban, Metriana Fallo dan ayah kandung korban Bastian Nautani kepada VN di rumah duka di Desa Kuanfatu, Minggu (28/5).

Keduanya meminta agar oknum polisi yang terlibat dalam kasus tersebut diproses secara hukum. Korban ditahan dalam kondisi sakit parah akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi yang bertugas di Polsek Kuanfatu.

Metriana mengatakan, akibat penganiayaan yang menyebabkan suaminya meninggal dunia, ia harus sendirian memikul beban tanggung jawab membesarkan kedua anaknya. Karena itu, keadilan harus ditegakkan.

Sebagai polisi yang adalah penegak hukum, kata dia, harusnya oknum polisi tersebut melindungi suaminya, dan bukan main hakim sendiri sampai suaminya meninggal dalam tahanan.

 

Tahan Oknum Polisi

 

Hal senada dikatakan Bastian Nautani. Polisi selaku penegak hukum harus berlaku adil dalam kasus ini. Dia meminta polisi objektif menangani kasus kematian anaknya dan jangan melindungi oknum polisi yang terlibat.

Dia meminta penyidik Polres TTS segera memeriksa para pelaku yang menganiaya anaknya. “Jangan sampai pelaku adalah polisi jadi dibiarkan begitu saja. Kami rakyat kecil meminta untuk tegakkan keadilan,” pintanya.

Ia mengatakan, jenazah anaknya sudah diautopsi di RS Bhayangkara-Kupang. Dia berharap hasil visum dan autopsi oleh tim dokter sesuai dengan apa yang menimpa anaknya.

 

Keributan di Sel

Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto kepada keluarga korban menjelaskan bahwa setelah korban Seprianus ditahan di sel Polres TTS terjadi keributan di sel yang mengakibatkan Seprianus meninggal.

Setelah terjadi keributan, lanjut Totok, polisi langsung melakukan interogasi dan hasil sementara ada tiga orang tahanan yang menganiaya korban hingga meninggal dan sementara diproses. Sedangkan laporan korban dianiaya oleh Kanit Intel Polsek Kuanfatu tetap diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Menurutnya, saat diinterogasi Polres TTS mengakui bahwa mereka memukul korban Seprianus. Proses hukum terhadap ketiga tahanan dan anggota Polres TTU akan tetap dilakukan.