Keluarga Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

berbagi di:
foto-hal-01-cover-190220-bayi-mariano

 

 

 

Gusty Amsikan

Keluarga Almarhum Abraham Mariano Moni sangat mengapresiasi langkah penyidik Polres TTU yang berupaya menaikkan status kasus dugaan malpraktik terhadap bayi Almarhum Abraham Mariano Moni oleh tenaga medis Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu dari penyelidikan ke penyidikan. Langkah tersebut memberikan harapan baru dalam penuntasan kasus dugaan malpraktik itu. Penuntasan proses hukum kasus tersebut juga akan memberi pembelajaran bagi manajemen RS Leona untuk melakukan pelayanan dengan maksimal serta mengedepankan profesionalisme dan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan ayah kandung korban, Tonce Moni dan Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait, kepada media ini, Rabu (19/2) di Kefamenanu.

Ayah kandung korban, Tonce Moni mengatakan pihaknya selaku keluarga korban meminta agar oknum-oknum yang telah melakukan penanganan medis yang salah terhadap Almarhum Abraham Mariano Moni harus diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pihak keluarga akan memperjuangkan proses hukum kasus tersebut hingga tuntas guna memperoleh keadilan hukum. Selain itu, proses hukum tersebut juga diperjuangkan agar ke depannya tidak ada Mariano-Mariano lain yang dikorbankan.

“Kami dari pihak keluarga hanya minta keadilan dan meminta agar oknum-oknum yang telah melakukan penanganan medis yang salah diproses sesuai aturan yang berlaku. Pernah ada oknum yang bilang kalau kematian anak saya ini cuma hoax dan cari sensasi. Itu yang menjadi dasar bagi kami memperjuangkan proses hukum kasus ini agar jangan ada korban Mariano-Mariano yang baru lagi. Kami akan perjuangakan sampe tuntas,”ungkapnya.

Ia menambahkan sangat mengapresiasi langkah penyidik Polres TTU yang berupaya menaikkan status kasus dugaan malpraktik itu. Langkah tersebut memberikan harapan baru dalam penuntasan kasus tersebut. Ia berharap proses hukum kasus tersebut dapat dipercepat agar ada keputusan hukum yang inkrah guna memberikan keadilan hukum bagi pihaknya.

Sementara itu, Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait mengatakan dalam menjamin hak pasien dan perlindungan terbaik bagi anak, pihaknya sangat mendukung upaya Polres TTU untuk meningkatkan kasus dugaan malpraktik tersebut ke tingkat penyidikan. Pihaknya berharap proses tersebut akan berjalan lancar dan relatif cepat karena dengan dinaikan ke tingkat penyidikan setidaknya polisi sudah mengantongi dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan siapa tersangkanya. Pihak kepolisian bisa mengumpulkan petunjuk dan bukti bukti tambahan untuk diserahkan ke jaksa untuk dilakukan penuntutan

Menurut Manbait, proses hukum yang dilakukan oleh Polres TTU hingga ada keputusan hukum yang inkrah akan memberi pembelajaran bagi manajemen RS Leona untuk melakukan pelayanan dengan maksimal serta mengedepankan profesionalisme dan kemanusiaan. Ke depannya, pasien juga harus berani dan selalu bertanya akan tindakan medis dan pengobatan yang dilakukan sehingga meminimalisir keteledoran yang terjadi karena faktor manusia

Ketika ditanyai apakah pelayan di RS Leona dan tenaga medis yang tersedia sudah cukup ataukah ada yang perlu dievaluasi, Manbait mengatakan kehadiran RS Leona sangat membantu masyarakat TTU. Ia berharap dari waktu ke waktu RS Leona akan semakin melengkapi tenaga medisnya khususnya dokter ahli sehingga dapat memberikan pelayanan terbaiknya. Pasalnya, saat ini untuk memperoleh pelayanan dokter ahli, pasien harus menunggu di atas pukul 14.00 Wita lantaran dokter ahli didatangkan dari Atambua dan RSUD Kefamenanu.(bev/ol)