Kembangkan Lahan Pertanian Berbasis Teknologi di Tengah Pendemi Covid-19

berbagi di:
img-20200524-wa0089

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Pemerintah Kabupaten Belu dalam masa kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati JT Ose Luan akan melakukan pengolahan lahan pertanian dengan menggunakan teknologi pertanian tepat guna di tengah pendemi Covid-19 sesuai arahan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo dalam rapat bersama melalui Video Vitual teleconference pada Selasa, (12/5) lalu.

Dalam rapat bersama Mentan RI tersebut diikuti oleh 227 peserta dari seluruh provinsi se-Indonesia terkait Gerakan Percepatan Tanam tahun 2020 sebagai upaya persiapan pangan dan solusi menghadapi Covid-19 yang melanda seluruh dunia saat ini.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengajak para Gubernur dan Bupati se-Indonesia untuk melakukan gerakan penanaman lebih cepat sebelum musim kemarau panjang pada akhir bulan Juli tahun 2020.

img-20200524-wa0087

Dalam kesempatan itu, Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan kondisi alam di Kabupaten Belu hampir 80 persen masyarakat bermata pencaharian sebagai petani lahan kering serta kendala utama kekurangan air saat musim kemarau, sehingga pihaknya meminta dukungan Pemerintah Pusat dalam hal pembangunan embung, bantuan bibit padi, jagung, dan kacang-kacangan, pengadaan pupuk dan obat-obatan pembasmi hama.

Sehari setelah rapat dengan Menteri Pertanian, Bupati Willy Lay didampingi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Gerardus Mbulu meninjau lahan pertanian seluas 30 hektare di sekitar Bendungan Haekrit, Desa Manleten, Kecamata Tasifeto Timur, Rabu (13/5).

Bupati Lay ingin memastikan secara langsung persiapan lahan yang sementara diolah menggunakan alat teknologi pertanian serta mamastikan jenis tanaman yang bakal ditanam di areal seluas 30 hektare tersebut.

Saat tiba di lokasi, Bupati Lay yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu meninjau lahan pertanian dari ujung ke ujung. Dari ekspresinya,  Bupati Willy Lay tampak senang karena lahan seluas 30 hektare sudah diolah dan dalam waktu dekat akan ditanam.

Bupati Lay meminta kepala dinas pertanian serius mengolah lahan tersebut sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan hidup masyarakat.

img-20200524-wa0088

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu kepada wartawan mengatakan, lahan yang diolah tersebut merupakan tanah suku seluas 30 hektare. Setelah diolah, lahan tersebut digarap oleh 30 kepala keluarga yang adalah warga suku.

Sesuai rencana, lahan seluas 30 hektare ini akan ditanami tanaman ekonomis umur pendek dan umur panjang, seperti jagung, kopi serta tanaman holtikultura lainnya demi menunjang kesejahteraan keluarga. Kegiatan penanaman akan dilakukan di minggu ketiga bulan Mei 2020, mengingat hujan masih turun.

Memasuki musim kemarau, petani melakukan penyiraman menggunakan alat teknologi pertanian yang disiapkan pemerintah.

“Tempat ini akan dibantu penyiraman oleh alat horse. Jadi penyemprotan di musim kemarau ini kita menggunakan alat ini,”ungkapnya.

Gerardus menambahkan, untuk daerah-daerah yang persedian air cukup terutama bendung dan embung, pemerintah mendorong petani menanam tanaman hortikultura karena tanaman dimaksud tidak terlalu banyak membutuhkan air dan dalam waktu satu atau dua bulan sudah bisa panen.

“Kami mendorong semua wilayah yang memiliki ketersediaan air cukup terutama yang memiliki embung dan bendungan dapat mengembangkan berbagai jenis tanaman holtikultura karena memiliki keunggulan tidak membutuhkan banyak air serta dapai dipanen dalam waktu singkat sehingga dapat menjamin ketersediaan pangan yang cukup ditengah pendemi Covid-19,” ujar Gerardus. (tia/adv)