Kempo Dunia Kehilangan Simpai Legendaris

berbagi di:
Para pelatih senior mengarak jenazah ke rumah duka, Kamis, (9/8).

 

 

Kepergian pendiri, pelatih, dan tokoh kempo legendaris Barnabas nDjurumana di atas pesawat Cathay Pasific dalam penerbangan dari San Fransisco, AS menuju Hongkong Sabtu (5/8) lalu, adalah sebuah kehilangan besar bagi dunia kempo.

 
Bukan saja menjadi sebuah kehilangan besar bagi insan-insan kempo di Provinsi NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya, namun menjadi kehilangan pula bagi insan kempo seluruh dunia.

 
Pernyataan dikemukakan Utusan PB Perkemi Pusat yang diwakili Ketua Komisi Pemasalahan dan Pengembangan PB Perkemi Shinsie Benny Sukawanto dalam sambutannya di rumah duka almarhum Simpai Nabas di Kelurahan Nefonaek, Kota Kupang, Kamis (10/8) siang.

 
Di hadapan istri almarhum Ny Rambu Modjo dan anak-anak, Benny Sukawanto mengatakan bahwa Simpai Nabas telah membuktikan jati dirinya sebagai abdi bangsa dan negara yang baik. Bukti pengabdian tersebut yakni berhasil membawa nama Bangsa dan Negara, mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di tingkat dunia melalau prestasi yang sangat membanggakan.

 
Ia juga menegaskan, Indonesia tentu kehilangan putra terbaik yang benar-benar mengabdi dan berbakti bagi bangsa lewat olahraga kempo. “Rasa kehilangan ini bukan hanya dialami oleh masyarakat Indonesia tetapi juga oleh seluruh insan kempo dunia,” katanya.

 
Denny meminta seluruh insan kempo di NTT dan Indonesia untuk meneruskan cita-cita luhur almarhum yakni membentuk manusia berkarakter, berdaya juang tinggi melalui olahraga kempo.

 
Disaksikan VN, hadir di tenda duka di antaranya Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Ketua Harian KONI NTT Andre Kore dan jajaran pengurus KONI, Wali Kota Kupang terpilih Jefri Riwu Kore, Sekda Kabupaten Kupang Hendrik Paut, atad jajaran pimpinan Pemkab Kupang, ratusan anggota Perkemi NTT, serta ratusan warga sekitar kediaman almarhum di Kelurahan Nefonaek.

 

 

NTT Berterima Kasih
Sementara itu, Ketua Perkemi NTT Esthon Foenay dalam sambutannya mengatakan berkat dedikasi, ketekunan, dan kedispilinan Simpai Nabas dalam membina para atlet kempo, nama NTT dikenal tak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat kejuaraan dunia.
NTT pantas mengapresiasi dan berterima kasih kepada Simpai Nabas yang telah mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk kemajuan kempo NTT.

 
Bahkan sampai akhir hayatnya, almarhum masih mendampingi para kenshi di kejuaraan dunia di AS dimana kontingen NTT mampu meraih Juara Umum Kedua pada nomor embu.

 
Sosok almarhum, kata Esthon, bukan hanya menjadi panutan masyarakat NTT, khusunya pada cabang olahraga kempo di NTT, tetapi juga menjadi panutan bagi seluruh masyarakat kempo di Indonesia, termasuk para Pengurus Besar Perkemi Pusat. “Tentu masyarakat NTT sangat kehilangan. Namun hasil karya almarhum tidak akan hilang melalui prestasi gemilang para kenshi NTT,” katanya.

 
Pada kesempatan itu, Esthon juga menceritakan tentang kebersamaan almarhum bersama kontingen NTT selama di AS. Sejak berangkat dari Jakarta, Simpai Nabas terlihat segar bersemangat. Tak mengeluh apa pun mengenai kondisi kesehatannya.

 
Saat di AS, Simpai Nabas setia mendampingi atlet-atlet dalam setiap pertandingan sejak hari pertama hingga selesai. Raut wajahnya menunjukkan bahwa anak-anak kempo NTT bisa tampil dengan baik dan memperoleh hasil terbaik.

 
Ternyata benar. Para kenshi NTT berhasil meraih tiga medali emas, satu perak dan dua perunggu pada Kejuaraan Dunia Kempo di San Mateo San Fransisco-AS, 27 Juli-3 Agustus lalu. “Prestasi yang membanggakan di tingkat dunia. Dan itulah karya yang menjadi puncak prestasi bagi almarhum hingga akhirnya dipanggil Tuhan dalam perjalanan pulang ke Tanah Air,” papar Esthon.

 
Dengan pencapaian gemilang dalam Kejuaraan Dunia Kempo di San Mateo San Fransisco-AS, membuat Simpai Nabas sudah menjadi tokoh olahraga nasional.

 
Sebelumnya, saat acara penerimaan jenazah di Golden Gate Bandara Soekarho-Hatta, Jakarta Rabu (10/6) malam, Ketua Umum PB Perkemi Sensei Indra Kartasamitha dalam sambutannya menilai bahwa Simpai Nabas memajukan kempo dan dari NTT lah muncul juara-juara dunia kempo. “Inilah yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia. Kita akan meneruskan karya besar yang sudah dicapai Pak Nabas,” ujar Sensei Indra dengan mata berkaca-kaca.

 

 

Keluarga Terima
Sementata itu, perwakilan keluarga almarhum, Umbu Nggiku pada kesempatan yang sama, mengatakan, kematian yang dialami Bernabas nDjurumana adalah keputusan Tuhan yang harus diterima oleh keluarga.

 
Dikatakannya, keluarga tentu bangga atas perjuangan dan karya almarhum sehingga NTT bisa mempersembahkan yang terbaik di kejuaraan tingkat dunia.

 
Atas nama keluarga dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga jenazah almarhum bisa tiba di Tanah Air dan sampai di rumah duka.

 
Menurut rencana, jenazah akan dibawa ke Sumba dengan pesawat carteran Pemprov NTT hari ini, Jumat (11/8). Keputusan kapan jenazah dimakamkan akan dilakukan di Sumba sesuai dengan tradisi setempat. (mg-11/D-1)