Kepala BKKBN NTT: Keluarga Dasar Pembangunan Bangsa

berbagi di:
img-20200629-wa0017

Kepala Perwakilan BKKBN NTT Marianus Mau Kuru memotong tumpeng saat perayaan Harganas yang ke-27 di kantor BKKBN NTT, Senin (29/6). Foto: Pascal/VN

 

 

 

Pascal Seran

Keluarga menjadi dasar pembangunan sebuah bangsa. Sebuah bangsa akan menjadi bangsa yang maju dan sejahtera apabila setiap keluarga sejahtera.
Karena itu, untuk membangun sebuah keluarga perlu direncanakan secara matang, baik dari segi rencana pernikahan itu sendiri maupun pertimbangan pertumbuhan anak dan pendidikannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan NTT Marianus Mau Kuru menjawab VN usai memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-27 tingkat NTT di kantor BKKBN NTT, Senin (29/6) pagi.

Dia mengatakan, BKKBN menetapkan keluarga sebagai titik sentral pembangunan sebuah bangsa. Setiap negara, kata dia, melihat bahwa keluarga itu unit terkecil untuk menciptakan manusia, membangun karakter manusia. Keluarga itu perlu dibina untuk mencipkakan bangsa yang kuat.

Untuk itu, dalam merayakan Harganas kali ini, ia mengimbau semua stakeholders, baik pemerintah daerah maupun swasta untuk menjadikan keluarga sebagai titik sentral pembangunan. Pembangunan harus dimulai dari sebuah keluarga.

Sementara itu, bagi keluarga, Mau Kuru berpesan agar semua keluarga harus memiliki perencanaan yang matang, baik dari segi apek pendidikan, ekonomi, dan lainnya.

“Keluarga harus bisa. Jangan sampai di meja makan sambil makan main HP. harus membangun komunikasi untuk memecahkan semua persoalan di dalam keluarga,” tegasnya.

Ia menegaskan agar momentum Harganas ini dijadikan momentum untuk berefleksi, meningkatkan perbuatan yang baik dan meninggalkan sebuah keburukan dalam keluarga, shingga mencapai keluarga yangs ejahtera.

“Mari merencanakan keluarga, merencanakan anak sesuai kemampuan ekonomi keluarga. BKKBN tidak melarang kelahiran, tetapi mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk merencanakan keluarga secara matang. Sehingga tidak terjadi kemiskinan dan stunting di NTT,” pintanya.

Apalagi, di tengah pandemi Covid 19 ini. Banyak hal perlu direncanakan dan dipertimbangkan dengan matang.

“Tunda dulu kehamilan. Gunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Kami BKKBN sudah mendistribusikan alat kontrasepsi sampai ke tingkat pustu secara gratis. Masyarakat dipersilakan untuk memanfaatkannya secara gratis. Kader di daerah juga menjadi sahabat keluarga yang bisa membantu kapan saja dibuituhkan,” ujarnya.

Selain upacara, BKKBN secara Nasional juga menggelar kegiatan sejuta akseptor secara serentak di Indonesia. NTT sendiri ditargetkan 25.170 akseptor. “Kita yakin NTT bisa,” tegasnya.

 

 

Jauhi Seks Bebas
Mau Kuru juga berpesan pada para remaja untuk tidak melakukan seks di luar nikah. Hindari pernikahan dini.

“Kami minta jauhi seks pra nikah, pernikahan dini, dan jauhi narkoba. Kami harap para remaja mempersiapkan diri untuk sekolah dan setelah sekolah tinggi, cari kerja yang matang,baru menikah,” pungkasnya.

Disaksikan VN, usai menggelar upacara dan pptong tumpeng, Marianus bersama rombongan dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK NTT Maria Jogho, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang Elizabeth Lies Rengka mengunjungi pelayanan KB di Puskesmas Bakunase, Puskesmas Sikumana, dan Puskesmas Oepoi Kupang.

Mereka secara langsung memberikan pesan kepada para akseptor untuk memanfaatkan pelayanan KB secara gratis itu dan membangun keluarga yang berkualitas. (bev/ol)