Kepsek Harus Berpikir Visioner

berbagi di:
foto-hal-12-bupati-kupang-sematkan-kartu-tanda-peserta

Bupati Kupang Korinus Masneno saat menyematkan kartu tanda peserta kepada salah satu kepala sekolah di aula Hotel Pelangi Kupang, Selasa (8/10). Foto: Alfret Otu/VN

 

 
Alfret Otu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang berharap kepala sekolah harus berpikir visioner dalam memimpin dan mengelola sekolahnya karena itu merupakan salah satu kebijakan pembangunan prioritas Pemerintah Kabupaten yang dimulai dari sekolah yang unggul.

Demikian disampaikan Bupati Kupang Korinus Masneno saat membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi kepala sekolah Tingkat SD-SMP se-Kabupaten Kupang, di aula Hotel Pelangi Kupang, Selasa (8/10).

Jelas Masneno, Kepala sekolah mempunyai kewajiban memimpin, membangun tata kelola dan budaya mutu di sekolah sehingga berdaya saing tinggi dan berkualitas.

Selain itu kata Masneno, kepala sekolah merupakan pemimpin yang harus mampu melihat peluang dan potensi yang ada untuk dikembangkan. Penting juga untuk mengindentifikasi masalah dan memperbaikinya sebagai upaya pengembangan Sekolah.

Masneno meminta agar para Kepala Sekolah mampu memberikan semangat dan penghargaan kepada para Guru, tenaga kependidikan, peserta didik agar mampu menggapai prestasi dan memiliki inovasi untuk maju.

“Kepala Sekolah dalam perannya sebagai supervisor harus mampu berperan sebagai pemimpin instruksional dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran abad 21 sesuai dengan konsep pendekatan keterampilan berpikir,” ujar Masneno.

Terkait dengan Diklat bagi kepala sekolah, Masneno menjelaskan merupakan implementasi amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, dan merupakan prasyarat untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah.

Ia berharap agar kegiatan Diklat ini memberikan penguatan dan memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan.
Kadis Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan pelaksanaan mengatakan Diklat sangat penting bagi kepala sekolah demi meningkatkan kualitas dan pengetahuan yang unggul dalam pengelolaan akuntabilitas dan pencitraan publik.

Selain itu ditambahkan dia, tujuan lainnya para Kepala Sekolah mempunyai kompetensi dalam menjalankan tugas, peran dan fungsinya demi meningkatkan mutu pendidikan.

Sementara Panitia pelaksana kegiatan Nonce Tefa mengatakan kegiatan Diklat dilaksanakan selama tukuh hari (76 jam pelajaran, 45 menit perjam) sejak tanggal 8 hingga 14 Oktober. Peserta kegiatan 210 orang dengan rincian Kepala Sekolah TK 10 orang, SD 132 Orang, dan SMP 68 Orang.

Beberapa materi yang disampaikan dalam Diklat tersebut diantaranya literasi digital, teknik analisis manajemen, pengelolaan keuangan, pengelolaan kurikulum, supervisi PTK, supervisi PK Guru, kepemimpinan perubahan, pengembangan kewirausahaan, pengembangan Sekolah berdasarkan 8 SNP. (mg-07/S-1).