Keracunan di TTS Kesalahan Pemerintah Bukan Masyarakat

berbagi di:
img_20191213_161821

Johanis Lakapu

 

 

Kekson Salukh

Kasus keracunan makanan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang kian hari terus terjadi rupanya bukan hanya menjadi atensi publik kabupaten TTS, tetapi sudah menjadi atensi publik Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia.

Anggota DPRD NTT, Johanis Lakapu yang ditemui VN, Jumat, (13/12) di sela-sela kegiatan sekolah legislator PKB di hotel Swiss Bell Kristal Kupang menegaskan masalah keracunan di Kabupaten TTS bukan kesalahan masyarakat tetapi kesalahan pemerintah daerah yang tidak peka melihat masalah keracunan di TTS.,

Hal ini disampaikan Lakapu menanggapi pernyataa  Bupati TTS Epy Tahun yang menyalahkan masyarakat TTS yang tidak jeli dalam melihat dan membaca masa kedaluwarsa makanan atau minuman sebelum membeli.

Menurut Lakapu, meningkatnya kasus keracunan di TTS karena kurang pekanya Pemda melalui dinas teknis seperti Disperindag untuk proaktif melakukan operasi pasar misalnya menyita dan memusnahkan bahan makanan maupun makanan dan minuman instan yang sudah kedaluwarsa.

Lakapu menambahkan, fungsi pemerintah menjaga dan melindungi masyarakat bukan menyalahkan masyarakat jika mengalami bencana.

“Masyarakat itu tidak terlalu peka dengan makanan kedaluwarsa. Tugas pemerintah adalah mengantisipasi penyebaran makanan kedaluwarsa itu. Fungsi pemerintah menjaga dan melindungi masyarakat bukan menyalahkan masyarakat ketika mengalami bencana.”tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Epy Tahun mengatakan bahwa terjadinya keracunan karena masyarakat yang kurang melihat dan membaca masa kedaluwarsa bahan makanan, makanan atau minuman instan sebelum dibeli.

“Masalahnya juga adalah orang tua kita yang ada di kampung tidak bisa membaca sehingga barang yang mereka beli tidak tahu lagi itu sudah kedaluwarsa atau tidak. ” ungkapnya. (bev/ol)