Kerapu di Mulut Seribu Panen Tahun Depan

berbagi di:
foto-hal-02-polkam-130320-survei-mulut-seribu

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT saat melakukan survei lapangan sebelum menebar benih ikan kerapu di perairan Mulut Seribu, Rote Ndao akhir tahun 2018 lalu.

 

 
Rafael L. Pura

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT telah menebar jutaan benih ikan kerapu di perairan Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, dan Labuan Kalembu, Kabupaten Ngada. Ikan yang dilepas di dua empat itu akan dipanen tahun depan (2021) yang akan datang.

Kepala DKP NTT Ganef Wurgiyanto kepada VN, Kamis (12/3), menguraikan, di Labuan Kelembu, Labuan Bajo ditebar 1 (satu) juta lebih benih kerapu, sedangkan di Mulut Seribu ditebar benih kerapu sebanyak 175.000 ekor.

Ganef mengatakan, benih ikan kerapu itu belum bisa dipanen saat ini. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghendaki agar
ikan kerapu di dua tempat itu dipanen pada 2021.

“Seharusnya panen di Desember 2019 lalu, namun belum bisa karena menurut Gubernur masih sedikit, jadi dibesarkan dulu,” katanya.
Atas permintaan itu, kata dia, pihaknya kemudian menambah lagi benih ikan kerapu sebanyak 2.000 ekor di perairan Mulut Seribu. Benih ikan sebanyak itu ditebar di teluk dan dipagari dengan jaring.

Dari jumlah yang disebar itu, baik di Labuan maupun Mulut Seribu, kata Ganef, jika dipanen maka akan menghasilkan sekitar 300 ton ikan kerapu.

Terpisah, Kadis Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jermias Kotta yang dikonfirmasi VN di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan, dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang efektif dilaksanakan tahun 2017 lalu, maka praktis kewenangan Pemkab Rote Ndao sudah tidak ada.

Dulu, untuk jarak 0–4 mil kewenangannya ada di kabupaten/kota, 4-12 mil dikelola provinsi, dan 12 mil ke atas kewenangannya ada di Pemerintah Pusat.

Menurut Kotta, Dinas Perikanan Rote Ndao hanya berkoordinasi saja dengan DKP Provinsi NTT yang mempunyai kegiatan tersebut. Di mana sesuai informasi yang diperoleh dari Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT saat pelaksanaan Festival Mulut Seribu akhir Oktober 2019 bahwa ada sekitar 18 kerambah yang ditempatkan di sekitar perairan Mulut Seribu pada awal 2019 lalu.

“Sedangkan kalau mengenai panennya karena ditangani langsung oleh provinsi, maka kita di kabupaten belum mendapat informasi,” ucapnya.

“Seharusnya sekitar enam bulan sudah dapat dipanen, tetapi kendala teknis di lapangan itu Dinas Perikanan Provinsi NTT yang mengetahui pasti,” katanya.

Pemkab Rote Ndao mendukung budi daya kerapu di Mulut Seribu tersebut karena ke depan tentunya akan dapat berdampak luas bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Rote Ndao.

“Kalau budi daya kerapu di sana berhasil, maka tentu akan menjadi contoh yang baik bagi nelayan dan pengusaha lokal mengembangkan usaha sejenis. Paling tidak kalau itu sudah jalan baik, maka investor akan masuk dan bisa mengakomodir warga sekitar dalam rangka mengurangi pengangguran, bahkan masyarakat bisa terlibat sebagai plasma usaha tersebut,” kata dia. (mg-03/enq/C-1)