Ketidakhadiran DPRD dalam Musrenbang Dipertanyakan Warga

berbagi di:
img-20200222-wa0011

Petrus Bessie

 

 

Frangky Johannis

Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lobalain tahun 2021, Rabu (19/2), yang tanpa dihadiri anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dipertanyakan sejumlah warga.

Petrus Bessie, salah seorang warga Lobalain yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao menyesalkan ketidakhadiran para wakil rakyat tersebut.

Menurutnya, Musrenbang merupakan media interaktif bagi segenap stakeholders kecamatan untuk menetapkan program prioritas desa/kelurahan. Sehingga, jika Musrenbang tidak dihadiri para anggota Dewan, maka seoalah-olah forum Musrenbang dikesampingkan para wakil rakyat yang dipercayakan menjadi penyalur aspirasi masyarakat Kecamatan Lobalain.

Petrus Bessie menegaskan, tindakan para wakil rakyat itu tidak mencerminkan semangat wakil rakyat sebenarnya. Karena menurutnya, setiap wakil rakyat tak hanya menunjukan kehadirannya di saat-saat sidang Dewan, tetapi harus lebih banyak berada bersama para konstituennya.

“Wakil rakyat harus tajam telinga, forum musyawarah seperti ini seharus mereka ada untuk mendengar selanjutnya bisa memperjuangkan/mengawal aspirasi hingga pada tahap penetapan dalam APBD. Dan ini baru terjadi kali ini. Di masa kami dahulu tidak terjadi seperti ini,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum mengetahui kualitas perjuangan para wakil rakyat saat ini karena tindakan seperti ini tidak menunjukan kepeduliannya untuk mengemban amanah rakyat yang diwakili.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak hadir pada forum-forum seperti ini karena selain memberi pencerahan, mereka juga harus bertanggung jawab kepada rakyat yang telah mempercayakan mereka.

Dance Ndun
Dance Ndun

Adelheid da Silva, mantan anggota DPRD Rote Ndao juga membenarkan pernyataan Petrus Bessie bahwa dalam masa bakti sebagai anggota Dewan, dirinya selalu hadir untuk mendengar, menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam Musrenbang karena rakyat yang memberi kepercayaan kepada anggota Dewan.

“Silakan teman-teman wartawan cek sendiri, kami selalu hadir untuk mendengar, menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat melalui forum-forum aspirasi masyarakat,” katanya.

Menurut Adelheid, dirinya memang tidak mengetahui alasan ketidakhadiran para anggota Dewan dalam Musrenbang ini. Namun, tetap saja telah menimbulkan kekecewaan terhadap bagi masyarakat sebagai konstituen.

“Mereka itu kan dipilih, berarti selalu siap dalam kondisi apapun. Karena kehadiran mereka merupakan representasi dari rakyat yang memilihnya. Ketidakhadiran Dewan merupakan suatu bentuk ketidakdukungan terhadap rencana pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Adelheid sangat berharap agar para anggota DPRD lebih mengedepankan kepeduliannya terhadap rakyat. Dimana kepedulian itu tak hanya ditunjukan disaat masa pemilihan, tetapi harus diwujud-nyatakan semasa kepercayaan itu diemban.

Dance Ndun, salah seorang tokoh masyarakat Lobalain memberikan kritikan pedas bahwa dengan ketidakhadiran Dewan khususnya Dapil 1 (Lobalain-Rote Barat Laut), maka sama saja mereka tidak mendukung pembangunan karena masyarakat sangat berharap agar anggota Dewan asal Dapil 1 bisa hadir dan memberikan sumbangan pikiran terkait proses pembangunan ke depan.

“Kalau ke depan pembangunan yang dilaksanakan menyimpang dari pada aturan atau regulasi, siapa yang bertanggung jawab. Padahal rakyat memilih mereka untuk memberikan masukan kepada masyarakat, jadi seharusnya Dewan mengawal dari proses di Musrenbang dusun, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten,” katanya.

Dengan tegas Dance mengatakan bahwa karena tidak hadir di tingkat kecamatan, maka Musrenbang di tingkat Kabupaten pun mereka jangan hadir lagi karena masyarakat sudah dibiarkan sendirian dari awal.

“Karena mereka (anggota DPRD, red) tidak hadir di tingkat kecamatan, maka pada Musrenbang tingkat Kabupaten pun jangan hadir lagi karena rakyat sudah dibiarkan sendiri sejak awal, sehingga biarlah rakyat berjalan sendiri,” tegasnya.

Sedang Ikuti Bimtek

Menanggapi ketidak-hadiran para wakil rakyat itu, Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila yang dihubungi melalui telepon selulernya beberapa kali tetapi tidak direspon.

Sementara Wakil Ketua DPRD Adrianus Lau yang terhubung tidak mau berkomentar, dan menyarankan untuk meminta tanggapan Ketua DPRD.

Anwar Kiah, salah satu anggota DPRD yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan kalau dirinya sedang berada di luar daerah, sehingga tidak berkesempatan hadir.

“Undangan dari Kecamatan memang ada, tetapi bertepatan dengan tugas dinas sehingga tidak bisa hadir,” katanya.

Anwar juga mengatakan bahwa masih ada kegiatan Musrenbang tingkat Kabupaten, sehingga dia bersama anggota Dewan lainnya akan hadir.

“Kami memang tidak hadir karena bertepatan dengan tugas ke luar daerah, tetapi bukan berarti tidak mendukung akan hasil Musrenbang.

Anggota DPRD tetap akan mengawal dan memperjuangkan segala usulan pada Musrenbang tingkat kabupaten nantinya,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris DPRD Rote Ndao Benyamin Koamesah saat di konfirmasi mengatakan bahwa ketidakhadiran para anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan karena sementara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Keuangan Daerah di Kemendagri, Jakarta sejak Senin (17/2).

Menurutnya, memang ada undangan dari pihak kecamatan terkait pelaksanaan Musrenbang, namun karena sudah terjadwal dan sudah ada konfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan Bimtek Keuangan Daerah tersebut maka anggota DPRD tidak bisa menghadiri kegiatan tersebut. (bev/ol)